Agustus Pembangunan MCC Dimulai, Nasriyanto : Jangan Asal Pilih Rekanan, Lihat Track Recordnya

www.tabikpun.com, Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mulai membangun gedung dua lantai Metro Convention Center (MCC) berdaya tampung 3.000 orang tahun ini.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Metro Robby K Saputra mengatakan, Bumi Sai Wawai akan segera memiliki gedung yang representatif untuk berbagai kegiatan pemerintah dan masyarakat.

“Mulai tahun ini sudah berjalan. Sebentar lagi kita akan lelang untuk konsultan dengan nilai kontrak Rp 500 juta. Itu include UKL dan UPL untuk MCC. Habis itu Agustus mulai fisik tahap awal,” terangnya, Jumat (14/4).

MCC akan berdiri di atas lahan seluas 6.200 meter persegi. Dengan luas bangunan mencapai 2.600 meter persegi. Memiki dua lantai dan daya tampung mencapai 3.000 orang.

“Jadi mulai Gedung Wanita, Gedung Pramuka, dan Kantor Lingkungan Hidup nanti akan diratakan. Dibangun ulang MCC ini. Tahap awal ini land clearing dulu sama base ment dengan menelan anggaran sebesar Rp 13,5 miliar,” imbuhnya.

Sementara untuk tahap dua (tahun 2018), pembangunan menelan biaya Rp 16,5 miliar. “Total anggaran sekitar Rp 30 miliar. Pembangunan ini multi year. Dua tahun. Jadi selesai tahun depan,” ungkapnya.

Adapun kelebihan MCC di antaranya mampu menampung rapat, pertemuan besar, atau pesta pernikahan dengan kapasitas besar. Terdiri dari dua lantai. Lantai dua terdapat ruang rapat untuk 100 orang.

Selanjutnya adalah lahan parkir yang memadai. Yakni base ment dengan daya tampung 200 mobil dan 300 sepeda motor. Pembangunan seluruhnya menggunakan APBD Metro.

Menanggapi rencana tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Metro Nasriyanto Effendi meminta Dinas PU dapat merencanakan pembangunan MCC yang menelan anggaran puluhan miliar dengan matang. Pasalnya, tidak sedikit perencanaan pembangunan di Bumi Sai Wawai tidak baik, hingga menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

“Contohnya Pasar Tejoagung. Mulai dari pembangunan awal, pembuangan limbah, sampai irigasinya tidak baik. Tentu hal itu berkaitan dengan perencanaannya. Begitu juga pembangunan Mega Mall. Artinya jangan sampai terulang lagi,” imbuhnya.

Terlepas dari perencanaan, ia meminta Dinas PU dapat cermat memilih pihak ketiga yang akan menjadi konsultan perencanaan pada pembangunan MCC. Meskipun menerapkan sistem lelang terbuka, dinas harus cermat menelusuri track record calon konsultan perencanaan.

“Kan bisa saja administrasi yang dikirimkan itu tidak sesuai dengan faktanya. Dinas harus crosschek, seperti apa riwayat konsultan itu dari pekerjaan yang sudah dikerjakanya. Kami akan awasi terus setiap tahapan pembangunan MCC ini,” tutupnya.(ga)

Redaksi TabikPun :