LAMPUNG TENGAH – Anggota DPRD provinsi Lampung Bambang Suryadi hadiri Gawi Agung Bandar Buyut di Kampung Buyut Ilir Lampung Tengah (Lamteng), Jumat (15/2/2019) malam. Bambang pun berjanji akan merehabilitasi Balai Adat agar lebih luas.
Penyimbang Gawi Agung Bandar Buyut
Dian Fierza Utama bergelar Sutan Puseran Mergo mengatakan, acara adat Gawi Agung ini dilaksakan oleh Sutan Sampurno Jaya Tuho, pengiran Ratu di Lampung karna adat Lampung cangget turun mandi dan mepadun ini lantaran tuan rumah ngambil gadis atau (nikahan) hal ini dilakukan hanya bagi penyimbang bebidang Bumi dan penyimbang bebidang suku, acara ini digelar jika tuan rumah mampu melaksanakan acara adat tersebut.
“Kami penyimbang di bumi Kampung Buyut Udik merasa bangga atas kehadiran anggota DPRD Provinsi Bambang Suryadi yang ikut menyaksikan acara cangget turun mandi dan cangget mepadun. Dalam hal ini penyimbang bidang bumi dan penyimbang bebidang suku mengucapkan terima kasih kepada bapak Bambang Suryadi yang berkenan menghadiri acara adat seni budaya Lampung yaitu acara sakral adat Lampung Abung bandar buyut. Semoga kedepan bapak Bambang Suryadi bisa memperhatikan dan membantu melestarikan adat istiadat budaya dibandar buyut khususnya Abung Siwo migo,” jelas Sutan puseran mergo.
Sementara Anggota Komisi I Bambang Suryadi mengatakan, ia sangat berteri makasih atas waktu yang diizinkan oleh penyimbang Bandar Buyut untuk menghadiri acara Gawi Agung di Balai Kampung Buyut Ilir.
“Pasalnya saya sebagai pendatang dan juga merupakan sebagian dari Pemerintah Provinsi Lampung, acara adat ini yang harus dijunjung tinggi sesuai kata pepatah dimana bumi dipijak disitu adat dijunjung maka dari saat ini kita harus melestarikan adat istiadat karena kita tinggal bekerja mencari nafkah di bumi Lampung tercinta ini,” bebernya.
Ia pun berjanji akan menindaklanjuti keluhan sempitnya balai adat oleh panitia penyimbang adat bandar buyut. Mengingat para penyimbang sudah melebihi kapasitas gedung tidak cukup untuk menampung sebanyak 253 dan malam ini hanya menampung 70 anak penyimbang saja.
“Ini komitmen saya kepada penyimbang adat oleh karena itu saya berniat akan membangun balai desa ini lebih besar dan luas lagi agar para muley Aris bisa hadir semua,” tegasnya.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini juga memberikan buah tangan berupa uang kepada penyimbang dan mulei Aris Bandar Buyut yang turun cangget disesa. Ia menghimbau agar adat istiadat Lampung ini harus dijaga, karena adat ini dibuat bukan asal-asalan.
“Karena sejarah ini sangat panjang dan ini merupakan alat silaturahmi guna menyalurkan bakat anak muda. Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan adat istiadat gawi agung bandar buyut ini,” pungkasnya. (Mozes)