Metro – Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda mengajak para orang tua hebat jangan malu dan dapat terbuka jika memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Ajakan tersebut diutarakanya saat meresmikan Lampung Therapy Center (LTC) di Jalan Sepat I Kelurahan Yosodadi Metro Timur, Minggu (3/12/2017) milik Desi Yana Fitrika, A.Md.TW.
“Anak-anak spesial ini adalah berkah dari tuhan yang harus kita cari dimana letak keistimewaanya. Mereka (ABK, red) harus selalu kita dampingi sampai mereka menemukan kelebihanya. Jadikan Lampung Therapy Center sebagai wadah para orang tua ABK untuk berbagi informasi dan pengalaman. Karena selama ini saya yakin masih banyak orang tua yang tidak terbuka jika memiliki ABK,” paparnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Mariyati mengapresiasi berdirinya Lampung Therapy Center di Kota Metro. Menurutnya, ini adalah kepedulian masyarakat terhadap ABK di Kota Metro dan Provinsi Lampung secara umum.
“Luar biasa, karena LTC ini milik pribadi. Sarana ini luar biasa. Karena kebanyakan orang tua yang memiliki ABK tertutup sehingga sangat kurang mendapatkan informasi langkah apa yang harus dilakukan terhadap anaknya. Dengan adanya LTC ini saya berharap bisa menjadi wadah orang tua untuk mendapatkan informasi seputar ABK,” kata dia.
Ia mengaku siap berkoordinasi dan mensupport LTC agar dapat memberikan melayani prima kepada masyarakat. Pasalnya, kegiatan LTC kedepanya akan sangat berhubungan dengan Dinas Kesehatan.
“Saya harap pengelola LTC pun bisa terus berkoordinasi dengan Dinas ya. Supaya tidak ada miss. Juga termasuk soal izin prakteknya. Segera akan saya kirim petugas untuk berkoordinasi agar kedepanya tidak ada persoalan yang menghambat beroprasinya LTC,” tukasnya.
Pemilik LTC Desi Yana Fitrika, A.Md.TW., mengatakan, berdirinya LTC berawal dari minimnya waktu yang dapat ia curahkan saat memberikan pelayanan di rumah sakit sehingga berinisiatif untuk membuka praktek sendiri. Pun ia berharap LTC dapat menjadi wadah bagi orang tua hebat untuk berbagi informasi mencapai cita-cita anak hebat dimasa depan.
“Tujuannya juga agar orang tua ABK tidak kesulitan untuk mendapatkan informasi atau perawatan bagi ABK. Karena biasanya penanganan terpisah. Disini kami ada terapi wicara, terapi okupasi, dan terapi sensori integrasi (SI). Tenaga terapinya pun terdidik. Khusus hari ini juga kami memberikan Screening test gratis,” tutupnya. (Adv)