Metro News

Anna : Pedagang Shopping Mendukung Program Pemerintah, Mereka Hanya Butuh Kepastian

DPRD mengundang pedagang pasar dan eksekutif membahas peremajaan Shopping Center. (Ist)

METRO – DPRD Kota Metro memanggil sejumlah pedagang Pasar Shopping dan ekskutif untuk melakukan rapat dengar pendapat (Hearing) di Official Room (OR) DPRD, Senin (15/7/2019). Langkah ini menyusul keberatan sejumlah pedagang terhadap rencana pembangunan Pasar Shopping.

Pasalnya, pedagang akan menggelar aksi jika pemerintah tetap akan melaksanakan proses pembangunan dan pemagaran yang akan dilakukan tanpa komunikasi. Ketua Perhimpunan Persaudaraan Pedagang Pusat Pertokoan Kota Metro (P5KM) Sutan Fahli Anwar mewakili pedagang mengatakan, bahwa pada prinsipnya pedagang mendukung rencana pembangunan di Kota Metro.

Namun pihaknya meminta jika ada rencana pembangunan pasar agar pedagang diajak berkomunikasi. Sehingga tidak menimbulkan permasalahan kedepan terkait rencana pembangunan pasar.

“Kepada anggota DPRD kami mohon dan mengadu untuk kesejahteraan masyarakat khususnya kami pedagang. Kami mendukung revitalisasi, tapi seharusnya ketika ada pembangunan itu pedagang diajak bicara. Sehingga bisa sama-sama mendapatkan manfaat baik untuk Kota Metro untuk sumber PAD dan untuk pedagang,” paparnya.

Menurutnya, jika pemerintah tetap melaksanakan rencana pembangunan tersebut maka pedagang akan menggelar aksi. Karenanya pedagang meminta agar pembangunan di pasar tidak dilaksanakan melainkan renovasi.

“Kami setuju untuk direnovasi, kita bicarakan bersama-sama terkait rencana renovasi. Sehingga baik pemerintah dan pedagang tidak ada yang dirugikan,” tambahnya.

Senada disampaikan Gunawan Penasehat P5KM. Ia mengatakan, bahwa mengenai rencana pembangunan Pasar Shopping tersebut pedagang belum diajak bicara. Pihaknya juga mengaku keberatan dengan isi surat yang dilayangkan dinas terkait yang menyebut pedagang adalah eks pedagang Pasar Shopping.

“Sampai saat ini kami masih berdagang di Pasar Shopping tapi kami disebut sebagai eks pedagang. Kami juga tidak pernah diajak komunikasi dan duduk bersama terkait pembangunan Shopping ini. Dan kami harus mengosongkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Metro LM. Hutabarat memaparkan, bahwa rencana peremajaan tersebut dilakukan terkait lama bangunan sudah mencapai 38 tahun. Menurutnya, secara subyektif bahwa bangunan tersebut sudah tua.

“Jika terjadi sesuatu di pasar, maka pemerintah yang akan bertanggungjawab. Pemerintah tidak bisa lepas. Alasan sudah retak memang bangunan itu banyak yang retak,” ungkapnya.

Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda menyampaikan pada prinsipnya pedagang bukan menghambat pembangunan. Terkait adanya beberapa surat yang tidak ditembuskan ke DPRD, dewan mengingatkan kepada ekskutif agar menyampaikan hal tersebut ke DPRD.

“Nanti kita akan bahas ini dengan ekskutif. Karena kami belum pernah diajak untuk membahas rencana pembangunan Pasar Shopping ini. Ekskutif berpegang pada Permendagri Nomor 19, namun jangan salah untuk setiap penghapusan perlu persetujuan DPRD,” imbuhnya.

Pedagang, lanjut Anna, hanya ingin mendapatkan kejelasan dimana mereka dapat berdagang serta apakah mereka bisa kembali berdagang di Shopping Center pasca peremajaan. Bukan menghambat program pemerintah. (Ga)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: