Metro – Memasuki masa kontestasi pilkada, sejumlah kelompok mulai berlomba meraih simpati guna memenangkan calon. Namun, berbeda hal nya dengan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Provinsi Lampung, meski didirikan oleh salah satu Partai Politik, pihak nya tetap menyerahkan hak suara ke masing-masing kadernya.
Hal tersebut disampaikan Ketua AMPI Provinsi Lampung H. dr. Ardito Wijaya saat sesi wawancara bersama awak media dalam kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) VIII AMPI DPD II Kota Metro, Di wisma haji Al-Khairiyah, Rabu (21/3/2018).
“Kalo untuk suara pilkada saya serahkan masing-masing kepada kader-kadernya, saya tidak pernah mengarahkan kepada siapa suara mereka diberikan. Saya hanya menyampaikan bahwa sebaiknya pilih yang kenal, pilih yang baik dan pilih yang menurut meraka pas, kalo kenal kan minta tolong apa-apa gampang,” ucap Ardito.
Ia menjelaskan, AMPI merupakan Organisasi Kepemudaan murni yang di dalamnya dapat juga berisi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Jadi gini yang namanya AMPI itu adalah organisasi kepemudaan, yang dari tahun 1978 dengan deklarasi pandaan mendeklarasikan organisasi kepemudaan murni seperti yang lain. Oleh karena itu Polisi bisa masuk kesini, PNS bisa masuk dan sama-sama berkreasi disini,” terangnya.
Putra Wali Kota Metro Achmad Pairin ini juga membenarkan terkait rumor berdirinya AMPI tidak lepas dari peran besar salah satu partai Politik.
“Memang benar yang membentuk dulu nya adalah salah satu partai politik, nah sebenarnya kita tidak bisa di intervensi oleh partai manapun untuk memilih calon, tapi personal orang-orangnya kan saya tidak tahu. Misalnya di dalam AMPI kita ada kader PDI, boleh dia bergerak untuk calon itu tapi jangan pakai seragam AMPI,” jelas Ardito.
Dirinya juga mengungkapkan terdapat 1 dari 87 pasal dalam tubuh AMPI yang mengatur tentang aspirasi politik.
“Ada memang satu pasal, pasal 26 seingat saya. Memang ada tulisannya aspirasi politik Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia di berikan ke partai ini, itu memang ada, dan itu hanya 1 pasal dari 87 pasal,” tandasnya. (Ap).