Bagaimana Pengaruh Tiktok sebagai Media Komunikasi dan Penyeberan Informasi dikalangan Gen Z?

Ilustrasi. (Net)

Tabikpun.com -Dalam beberapa tahun terakhir, TikTok telah menjadi fenomena global yang tak dapat dipandang sebelah mata. Sebagai aplikasi media sosial yang memfokuskan pada video pendek, TikTok menawarkan fitur yang sangat menarik bagi penggunanya, terutama Gen Z.

Generasi yang lahir antara akhir 1990-an hingga awal 2010-an ini sangat familiar dengan perkembangan teknologi dan media sosial. TikTok, dengan keunikannya dalam menghadirkan berbagai konten berbasis video yang mudah diakses, langsung mengundang perhatian Gen Z yang cenderung lebih menyukai media yang cepat, visual, dan interaktif.

Seiring dengan pesatnya pertumbuhannya, TikTok tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga telah berkembang menjadi platform untuk berkomunikasi, berbagi informasi, bahkan menggerakkan tren sosial dan budaya. Pengaruh TikTok tidak hanya terbatas pada bentuk hiburan semata, melainkan juga pada pola komunikasi dan distribusi informasi.

Dengan lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan, TikTok menjadi tempat bagi Gen Z untuk berinteraksi, mengekspresikan diri, serta mengakses berbagai informasi. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengaruh TikTok dalam membentuk pola komunikasi dan cara Gen Z memperoleh informasi. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana TikTok menjadi alat komunikasi yang kuat, serta bagaimana platform ini berperan dalam penyebaran informasi di kalangan Gen Z.

TikTok sebagai Media Komunikasi untuk Gen Z

TikTok memberikan pengalaman komunikasi yang berbeda dibandingkan dengan platform media sosial lainnya. TikTok memungkinkan pengguna untuk menyampaikan pesan secara jelas dan langsung.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Komunikasi oleh Universitas Padjadjaran, TikTok memungkinkan pengguna untuk mengekspresikan diri melalui video pendek yang kreatif, sehingga menciptakan bentuk komunikasi yang lebih dinamis dan interaktif. Fitur-fitur seperti duet, tantangan (challenges), dan penggunaan musik latar yang populer mendorong partisipasi aktif dan kolaborasi antar pengguna.

Keberadaan fitur ini membuat TikTok lebih dari sekadar platform untuk mengonsumsi konten, tetapi juga menjadi ruang bagi Gen Z untuk berpartisipasi aktif dalam komunikasi digital. Bahkan, banyak pengguna TikTok yang membentuk komunitas atau grup dengan minat yang sama, seperti komunitas penggemar musik, fashion, atau bahkan kelompok yang mendiskusikan isu-isu sosial.

Menggunakan video pendek yang disertai musik dan elemen kreatif lainnya, pengguna TikTok dapat berbagi pesan dengan cara yang lebih personal dan menarik dibandingkan dengan platform media sosial lainnya yang lebih mengandalkan teks dan gambar statis. Selain itu, algoritma TikTok yang canggih mampu menyesuaikan konten yang ditampilkan sesuai dengan preferensi masing-masing pengguna.

Hal ini membuat pengalaman berkomunikasi menjadi lebih personal dan relevan. Namun, meskipun TikTok menawarkan cara baru untuk berkomunikasi, ada juga beberapa tantangan yang perlu diperhatikan.

Salah satunya adalah kecenderungan untuk menyampaikan pesan secara lebih sederhana dan kurang mendalam, mengingat batasan durasi video yang singkat. Seiring dengan semakin banyaknya konten yang diproduksi oleh pengguna, kualitas komunikasi juga bisa beragam, mulai dari yang sangat informatif hingga yang kurang substansial.

Oleh karena itu, penting bagi pengguna, khususnya Gen Z, untuk lebih selektif dalam memilih konten yang akan mereka konsumsi atau bagikan, serta selalu mempertimbangkan konteks dan kedalaman informasi yang disampaikan.

TikTok sebagai Alat Penyebaran Informasi di Kalangan Gen Z

Selain sebagai alat komunikasi personal, TikTok juga berfungsi sebagai saluran penyebaran informasi. Gen Z cenderung mencari informasi melalui platform yang cepat dan mudah diakses, dan TikTok menawarkan segala hal tersebut.

Penelitian yang dilakukan oleh Akbar et al. (2023) menunjukkan bahwa TikTok telah dimanfaatkan oleh Gen Z sebagai sumber informasi, baik untuk berita terkini maupun konten edukatif. Platform ini telah terbukti menjadi saluran informasi yang sangat efektif, terutama di kalangan Gen Z yang lebih mengutamakan kecepatan dan aksesibilitas.

Namun, meskipun TikTok dapat menjadi sumber informasi yang cepat, platform ini juga menghadapi tantangan besar terkait dengan keakuratan dan validitas informasi. Dalam dunia digital yang semakin terhubung, penyebaran informasi dapat terjadi dengan sangat cepat, namun tidak selalu diiringi dengan verifikasi yang memadai.

Studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Komunikasi oleh Universitas Padjadjaran menyoroti bahwa TikTok dapat digunakan sebagai bentuk pendidikan informal dan aktivisme digital, namun juga memiliki potensi dalam menyebarkan informasi yang kurang valid. Fenomena misinformasi di TikTok menjadi masalah besar karena platform ini memungkinkan siapa saja untuk membuat dan membagikan video yang berisi informasi apapun.

Hal ini menyebabkan banyak konten yang beredar di TikTok tidak terverifikasi dan dapat menyesatkan audiens. Dalam kasus-kasus tertentu, informasi yang salah dapat menyebar dengan sangat cepat, mengingat algoritma TikTok yang memprioritaskan konten yang menarik dan mendapat banyak interaksi.

Oleh karena itu, meskipun TikTok memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengakses informasi dengan cepat, tantangan terkait keakuratan informasi tetap menjadi isu yang harus dihadapi.

Untuk mengatasi tantangan ini, beberapa akun TikTok telah berfokus pada penyediaan konten berita yang kredibel. Misalnya, akun TikTok @Kompas.tv dinilai efektif dalam memenuhi kebutuhan informasi berita bagi Gen Z di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, dengan skor rata-rata keseluruhan 3,11 yang berada dalam kategori “efektif”.

Hal ini menunjukkan bahwa dengan pengelolaan konten yang tepat, TikTok dapat menjadi sarana penyebaran informasi yang andal. Sebagai itu respons terhadap masalah ini, literasi media menjadi semakin penting.

Gen Z perlu dibekali dengan kemampuan untuk menilai kredibilitas informasi yang mereka terima, serta mengembangkan sikap kritis dalam menyaring konten. Beberapa pihak, termasuk lembaga pendidikan dan organisasi non-profit, telah meluncurkan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan literasi media di kalangan remaja dan generasi muda.

Upaya ini diharapkan dapat membantu Gen Z untuk lebih bijak dalam menggunakan TikTok sebagai alat pencarian dan penyebaran informasi. TikTok telah membuktikan dirinya sebagai media sosial yang sangat berpengaruh, terutama di kalangan Gen Z.

Dengan fitur-fitur inovatif dan konten berbasis video pendek yang menarik, TikTok telah merevolusi cara komunikasi dan penyebaran informasi. Platform ini tidak hanya menjadi tempat untuk hiburan, tetapi juga sarana ekspresi diri, komunikasi sosial, dan distribusi informasi.

TikTok menawarkan cara baru untuk berinteraksi dengan sesama pengguna, namun juga membawa tantangan dalam hal keakuratan informasi yang disebarkan. Oleh karena itu, penting bagi pengguna, terutama Gen Z, untuk memiliki keterampilan literasi media yang baik, agar mereka dapat memanfaatkan TikTok secara positif dan menghindari penyebaran informasi yang salah.

Dengan semakin pesatnya perkembangan TikTok, diharapkan platform ini dapat terus digunakan dengan bijak sebagai sarana komunikasi dan sumber informasi yang efektif. TikTok memiliki potensi besar untuk menghubungkan orang-orang dari berbagai latar belakang, serta untuk menjadi alat yang bermanfaat dalam penyebaran pengetahuan dan kesadaran sosial. Namun, penggunaan TikTok sebagai sumber informasi juga memerlukan kesadaran dan tanggung jawab, terutama terkait dengan akurasi dan dampak sosial yang mungkin ditimbulkan oleh informasi yang disebarkan.

Daftar Pustaka

  1. Universitas Padjadjaran. (2022). Pengaruh TikTok terhadap Pola Komunikasi Generasi Z. Jurnal Komunikasi Digital, 10(1), 45-59. [Diakses pada 07 Februari 2025] https://jurnal.unpad.ac.id/share/article/download/31443/15062
  2. Akbar, A. B., Hasyim, A., & Asmurti. (2023). Pemanfaatan Media Sosial TikTok sebagai Sumber Informasi bagi Gen Z di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 7(1), 123- 134. [Diakses pada 07 Februari 2025] https://jurnal.unusultra.ac.id/index.php/jisdik/article/download/160/90/584
  3. Sugiarto, S., & Bahri, A. N. (2024). Efektivitas Akun TikTok sebagai Media Berita dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Generasi Z: Studi Kasus di UINSU. Jurnal Komunikasi Digital dan Media, 8(2), 67-82. [Diakses pada 07 Februari 2025] https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/MKFIS/article/view/82298

Penulis: Wardah Tri Wandini

NIM: J1401231063

Kelas: Q1

Redaksi TabikPun :