Beban Hidup Tak Hentikan Serli Wujudkan Cita-cita Menjadi Polwan

Serli tengah mengikuti Mid Semester. (Adi Susanto)

LAMPUNG UTARA – Tangguh, itu kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Serli Anista bocah berusia 13 tahun asal Dusun 4 Sandung Jaya, Desa Negeri Campang Jaya, Kecamatan Sungkai Tengah, Lampung Utara (Lampura).

Diusia belia, Serli harus memikul tanggungjawab sebagai kepala keluarga karena harus mencari nafkah menjaga adiknya, dan merawat ayahnya yang sakit selama 6 tahun sejak dia kelas 1 SD karena ditinggal ibunya tanpa pesan.

Namun kondisi itu tak menyurutkan langkahnya untuk menempuh pendidikan. Demi dapat meraih cita-citanya menjadi seorang Polwan.

Saat ini anak sulung Rustam ini duduk dibangku kelas VII MTS Madrasah Tsanawiyah Ma’arif, Desa Negeri Campang Jaya Sungkai Tengah. Dimata kawan sejawat dan wali gurunya ia merupakan anak yang rajin dan pintar.

Namun sayang, lantara faktor ekonomi yang terbatas membuat Serli menjadi sosok pendiam di lingkungan sekolah. Mungkin karena ia merasa malu dengan teman-temannya.

Ahmad Fahmi salah satu teman Serli di kelas menceritakan, Serli merupakan anak yang berbakti kepada orang tua. Ia lah yang menjadi andalan keluarganya saat ini.

”Kasihan kadang liat Serlli, gak bisa jajan seperti kawan-kawannya yang lain,” katanya.

Eni Fitri Ani Wali Murid Serli mengatakan, sosok Serli cenderung pendiam, tidak ceria, tak seperti teman-temannya yang lain di sekolah. “Namun dia rajin mengikuti kegiatan di sekolah, dia juga masuk 10 besar murid yang pintar, dari 24 siswa-siswi di kelas XII,” tutupnya. (Adi)

Tangguh, itu kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Serli Anista bocah berusia 13 tahun asal Dusun 4 Sandung Jaya, Desa Negeri Campang Jaya, Kecamatan Sungkai Tengah, Lampung Utara (Lampura).

Diusia belia, Serli harus memikul tanggungjawab sebagai kepala keluarga karena harus mencari nafkah menjaga adiknya, dan merawat ayahnya yang sakit selama 6 tahun sejak dia kelas 1 SD karena ditinggal ibunya tanpa pesan.

Namun kondisi itu tak menyurutkan langkahnya untuk menempuh pendidikan. Demi dapat meraih cita-citanya menjadi seorang Polwan.

Saat ini anak sulung Rustam ini duduk dibangku kelas VII MTS Madrasah Tsanawiyah Ma’arif, Desa Negeri Campang Jaya Sungkai Tengah. Dimata kawan sejawat dan wali gurunya ia merupakan anak yang rajin dan pintar.

Namun sayang, lantara faktor ekonomi yang terbatas membuat Serli menjadi sosok pendiam di lingkungan sekolah. Mungkin karena ia merasa malu dengan teman-temannya.

Ahmad Fahmi salah satu teman Serli di kelas menceritakan, Serli merupakan anak yang berbakti kepada orang tua. Ia lah yang menjadi andalan keluarganya saat ini.

”Kasihan kadang liat Serlli, gak bisa jajan seperti kawan-kawannya yang lain,” katanya.

Eni Fitri Ani Wali Murid Serli mengatakan, sosok Serli cenderung pendiam, tidak ceria, tak seperti teman-temannya yang lain di sekolah. “Namun dia rajin mengikuti kegiatan di sekolah, dia juga masuk 10 besar murid yang pintar, dari 24 siswa-siswi di kelas XII,” tutupnya. (Adi)

Redaksi TabikPun :