Beretika Dalam Berkomunikasi di Era Digital

Ilustrasi. (Net)

Tabikpun.com – Di era digital yang semakin berkembang dengan pesat, komunikasi dalam jaringan (daring) telah menjadi bagian yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Meskipun teknologi semakin menawarkan kemudahan dalam berkomunikasi, kemajuan ini juga dapat menghadirkan tantangan baru dalam menjaga etika dalam berkomunikasi.

Etika Komunikasi adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang dianut oleh sekelompok atau golongan masyarakat (Maryani & Ludigdo, 2001). Dengan menerapkan etika dalam berkomunikasi di ruang digital kita dapat membangun lingkungan dengan komunikasi yang efektif, sehat, penuh dengan kesopanan, serta penuh dengan tanggung jawab.

komunikasi daring telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia. Berbagai platform media sosial, pesan instan, dan forum daring memungkinkan siapa saja untuk berbagi informasi dan berinteraksi tanpa batas ruang dan waktu.

Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan, terutama dalam menjaga etika berkomunikasi. Kurangnya kesadaran akan etika digital dapat memicu kesalahpahaman, penyebaran informasi yang tidak akurat, hingga konflik di dunia maya.

Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami dan menerapkan etika berkomunikasi di era digital yang serba cepat dan terkoneksi, komunikasi daring telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Berbagai platform media sosial, pesan instan, dan forum daring memungkinkan siapa saja untuk berbagi informasi dan berinteraksi tanpa batas ruang dan waktu.

Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan, terutama dalam menjaga etika berkomunikasi. Kurangnya kesadaran akan etika digital dapat memicu kesalahpahaman, penyebaran informasi yang tidak akurat, hingga konflik di dunia maya. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami dan menerapkan Etika dalam berkomunikasi di era digital saat ini agar tercipta lingkungan digital yang sehat dan juga harmonis.

Tata Cara Dalam Menerapkan Etika Komunikasi di Era Digital

Hidup di dalam era digital yang semakin berkembang dengan pesat, pastinta sangat penting bagi kita untuk memahami etika dalam berkomunikasi di era digital saat ini. Teknologi telah memberikan kemudahan bagi kita untuk berkomunikasi, namun tidak hanya memberikan kemudahan saja teknologi di era digital ini pun telah membawa tantangan yang baru dalam hal menjaga etika dalam berkomunikasi. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu kita untuk berkomunikasi dengan etika dalam era digital:

Menjaga Kesopnan dan Menghormati Orang Lain Dalam berkomunikasi di era digital, menjaga kesopanan dan menghormati orang lain adalah hal yang sangat penting, baik dalam bentuk teks, suara, maupun gambar. Interaksi yang dilakukan secara daring tidak memiliki ekspresi wajah atau nada suara secara langsung, sehingga kesalahpahaman dapat lebih mudah terjadi jika kita tidak berhati-hati dalam memilih kata-kata yang digunakan. Oleh karena itu, kita harus selalu memastikan bahwa bahasa yang kita gunakan tetap sopan, mudah dipahami, dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Hindarilah penggunaan kata-kata kasar, ujaran yang tidak pantas, atau bahasa yang dapat merendahkan martabat seseorang, baik secara individu maupun kelompok. Selain itu, kita juga perlu berhati-hati dalam menyebarkan informasi, terutama yang berpotensi menyinggung atau menyerang pihak tertentu, karena hal ini tidak hanya dapat menimbulkan konflik, tetapi juga berpotensi menciptakan ketegangan sosial yang lebih luas.

Berfikir Terlebih Dahulu Sebelum Menyebarkan Pesan atau Konten Sebelum mengirim pesan atau memposting sesuatu secara online, kita harus berpikir dengan cermat dan mempertimbangkan dampak dari apa yang akan kita bagikan. Setiap kata, gambar, atau informasi yang kita sebarkan di dunia digital dapat dengan cepat menyebar luas dan sulit untuk ditarik kembali. Oleh karena itu, berpikir sebelum memposting menjadi langkah yang sangat penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, menyakiti perasaan orang lain, atau bahkan menyebabkan konflik yang lebih besar. Pastikan bahwa informasi yang kita bagikan benar, akurat, dan tidak menyesatkan, sehingga tidak memicu penyebaran hoaks atau berita palsu yang dapat merugikan banyak pihak.

  1. Menghormati Privasi Orang Lain Dalam berkomunikasi secara digital, menjaga dan menghormati privasi orang lain merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua pihak. Setiap individu memiliki hak atas data dan informasi pribadinya, sehingga kita harus selalu berhati-hati dalam menyebarkan atau membagikan informasi yang berkaitan dengan orang lain. Hindarilah tindakan seperti membagikan nomor telepon, alamat, atau informasi pribadi lainnya tanpa izin dari pemiliknya, karena hal tersebut dapat menimbulkan risiko, seperti penyalahgunaan data atau pelanggaran privasi. Dengan menerapkan hal tersebut, kita dapat berkontribusi dalam menciptakan budaya komunikasi digital yang lebih etis dan bertanggung jawab.
  2. Menghindari Penyebaran Informasi Palsu atau Hoaks Menyebarkan informasi yang akurat menjadi sebuah tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan. Setiap individu yang berpartisipasi dalam komunikasi daring harus memastikan bahwa berita, opini, atau data yang mereka sebarkan berasal dari sumber yang kredibel dan dapat dipercaya. Penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks dapat menimbulkan dampak negatif yang luas, baik bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan. Informasi palsu dapat menyebabkan kebingungan, kesalahpahaman, bahkan kepanikan di tengah masyarakat, terutama jika menyangkut isu-isu sensitif seperti kesehatan, politik, atau keamanan publik. Oleh karena itu, sebelum membagikan suatu informasi, penting bagi kita untuk melakukan pengecekan ulang melalui berbagai sumber terpercaya agar tidak ikut andil dalam penyebaran berita hoaks yang dapat merugikan banyak pihak.
  3. Hindari Perundungan Online (Cyberbullying) Hindari segala bentuk tindakan perundungan di media sosial, karena perilaku tersebut dapat memberikan dampak negatif yang serius bagi individu yang menjadi korbannya. Perundungan daring atau cyberbullying dapat berupa komentar kasar, penghinaan, penyebaran berita bohong, hingga pelecehan yang dilakukan secara terus-menerus. Tindakan ini tidak hanya melukai perasaan seseorang, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental korban, seperti menurunkan rasa percaya diri, menyebabkan stres, kecemasan, bahkan depresi. Dalam beberapa kasus, korban perundungan di dunia maya juga mengalami tekanan psikologis yang berkepanjangan, yang dapat berdampak pada kehidupan sosial, akademik, atau profesional mereka. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk selalu berpikir sebelum berkomentar, menghindari kata-kata yang dapat menyakiti orang lain, serta ikut serta dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman, positif, dan saling mendukung.
  4. Memahami Konsekuensi dari Tindakan di Media Digital Setiap tindakan yang dilakukan secara online pasti memiliki konsekuensi, baik yang berdampak pada diri sendiri maupun orang lain. Apa yang kita unggah, bagikan, atau komentari di dunia digital dapat meninggalkan jejak dan memengaruhi persepsi orang terhadap kita, bahkan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang kita ambil di ruang digital serta menyadari tanggung jawab yang menyertainya.

Tantangan Beretika Dalam Komunikasi di Era Digital

Selain begitu banyak manfaat yang kita dapatkan dari perkembangan era digital saat ini, terdapat pula berbagai macam tantangan yang perlu kita hadapi saat ingin menerapkan etika komunikasi di era digital saat ini. Beberapa tantangan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Penyalahgunaan Informasi Pribadi Menurut Teguh Arifiadi selaku Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Kemenkominfo, terdapat 124 kasus dugaan pelanggaran pelindungan data pribadi sepanjang 2019 hingga 14 Mei 2024. Penyalahgunaan informasi pribadi dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencurian identitas, penipuan, penyebaran data sensitif tanpa izin, hingga ancaman terhadap privasi dan keamanan individu. Jika informasi pribadi jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab, seseorang dapat menjadi korban kejahatan siber, seperti phishing (Pencurian Data) atau peretasan akun, yang berpotensi merugikan secara emosional, sosial, maupun ekonomi.
  2. Penyebaran Berita Palsu atau Hoaks Hoaks adalah informasi sesat dan berbahaya karena menyesatkan persepsi manusia dengan menyampaikan informasi palsu sebagai kebenaran (Chen et al, 2014). Berita hoaks dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari menyebarkan kepanikan dan kesalahpahaman di masyarakat hingga merusak reputasi individu maupun kelompok yang menjadi sasaran informasi palsu tersebut. Hoaks juga dapat memperkeruh situasi sosial dan politik, serta dapat memicu konflik berkepanjangan. Selain itu, penyebaran berita palsu yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang keliru dalam beberapa kejadian penting.
  3. Hilangnya Interaksi Langsung atau Tatap Muka Hilangnya interaksi langsung atau tatap muka di era digital menjadi tantangan besar dalam menerapkan etika berkomunikasi karena komunikasi daring sering kali menghilangkan unsur nonverbal, seperti ekspresi wajah, nada suara, dan bahasa tubuh. Komunikasi digital yang lebih banyak mengandalkan teks, membuat pesan yang disampaikan dapat disalahartikan atau dianggap lebih kasar daripada yang dimaksudkan. Hilangnya interaksi langsung atau tatap muka juga seringkali membuat seseorang merasa lebih bebas dalam berkomentar tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain. Hal ini dapat memicu perilaku tidak etis, seperti ujaran kebencian, perundungan online (cyberbullying), atau penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab.

Di era digital, komunikasi daring sangatlah mempermudah kita dalam berinteraksi, tetapi juga menghadirkan tantangan bagi kita dalam menjaga etika berkomunikasi. Untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat dan bertanggung jawab, kita perlu menerapkan tata cara etika berkomunikasi di era digital, serta menghadapi segala macam bentuk tantangan dalam menerapkannya. Oleh karena itu, kesadaran dan tanggung jawab dalam menerapkan serta menjaga etika dalam berkomunikasi sangat diperlukan agar tercipta lingkungan digital yang lebih aman dan nyaman.

Refrensi:

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-jakarta/baca-artikel/17076/Etika Berkomunikasi-dalam-Era-Digital.html

https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2024/06/03/111-kasus-kebocoran-data-pribadi ditangani-kemenkominfo-pada-2019-14-mei-2024

Penulis: Akhila Dilan Ramadhan Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Redaksi TabikPun :