LAMPURA- Seorang bocah berusia 6 tahun warga bukit kemuning, Lampung Utara kondisi kesehatannya sangat memprihatinkan. Dia adalah Juantara yang tak lain anak pasangan dari Sahnuri dan Farida.
Juantara harus terbaring ditempat tidur dengan kondisi tergolek lemas lantaran terindikasi menderita penyakit kelainan darah (thalasemia) yang diduga sebagai penyakit turunan genetik.
Kondisi bocah malang itu tentunya sangat membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak serta para dermawan tentunya demi kesembuhan Juantara yang kondisi ekonomi orang tuanya terbilang dibawah garis kemiskinan. Pasalnya, buah hati Sahnuri dan Farida itu harus menjalani transfusi darah secara terus menerus yakni sekali dalam seminggu.
Saat dijumpai di gubuk deritanya, ditemani ibunya (Farida), bocah kecil malang ini berkeinginan untuk sembuh dan sehat seperti sediakala sembari melirih saat diajak berkomunikasi.
” Aku ingin sembuh dan sehat biar bisa sekolah dan bermain,” ujar Juantara dengan harapan nada lemas.
Menurut penuturan orang tuanya, penyakit yang diderita anaknya mulai diketahui sejak satu setengah tahun lalu. Sejak itu Juantara tidak mampu lagi beraktivitas sebagaimana anak-anak seusianya, dia hanya tergolek lemas di tempat tidur.
” Paling lama setiap dua pekan anak saya harus transfusi darah sebanyak tiga kantong. Trambosit sebanyak enam kantong. Tapi terkadang kami kesulitan ketika stock darah di PMI habis. Terpaksa kami harus membelinya dari pendonor,” keluh Sahnuri.
Beberapa waktu yang lalu, kata Sahnuri, anaknya telah dibawa ke rumah sakit Abdoel Moeloek Bandar Lampung. Ketika diperiksa di poli anak disana, pihak rumah sakit mendiagnosa Juantara mengidap penyakit leokimia berbeda dengan hasil dianogsa poli anak di rumah sakit Ryacudu Kotabumi yang menyatakan anaknya menderita thalasemia.
” Dokter menganjurkan agar anak saya dibawa ke Jakarta untuk penanganan lebih lanjut. Akan tetapi untuk kesana kami mengalami keterbatasan dana. Kami hanya bisa berharap adanya bantuan dari pemerintah atau pihak dermawan untuk bisa membantu pengobatan anak kami. Kami tak tega melihat kondisinya yang lemah dan hanya berbaring ditempat tidur. Kami hanya bisa berdoa semoga segera ada jalan keluarnya,” ujar Sahnuri dengan sedih sembari meneteskan air mata bersama istrinya dengan penuh harapan. ( Adi)