METRO – Prodi Akuntansi Syariah (PAS) Fakultas Ekonomi Syariah IAIN Kota Metro mengikutsertakan beberapa mahasiswa pada seminar wirausaha berbasis syariah-Enterprenuer Muda Syariah. Seminar tersebut merupakan bagian kegiatan rutin Bank Syariah Provinsi Lampung, yaitu Festival Lampung Syariah (FLaSh) di Mall Boemi Kedaton (MBK), Selasa (30/7/2019).
Kepala Jurusan Akutansi Syariah IAIN Metro Era Yudistira, M.Ak menerangkan, dengan mengikuti seminar, mahasiswa diharapkan mampu mendapatkan pengalaman langsung dari para pengusaha muda yang bergerak di bidang ekonomi syariah. Seperti mendapatkan trik-trik jitu untuk memulai usaha yang sesuai dengan keahlian mereka.
“Kebetulan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah (FEBI) IAIN Kota Metro mendapat undangan untuk hadir, dan Prodi Akuntansi Syariah ambil bagian untuk mendapatkan pengajaran, pengalaman serta wawasan kepada mahasiswa. Mahasiswa Akuntansi Syariah tidak hanya dituntut menjadi akuntan yang handal dan profesional, tetapi mereka juga dituntut agar memiliki jiwa yang mandiri dan berperan aktif dalam menciptakan lapangan kerja, khususnya yang berbasis syariah,” katanya, Rabu (31/7/2019).
Ia menjelaskan, dalam seminar mahasiswa mendapatkan pemaparan dari entrepreneur muda yang terbilang sukses, yang mengulas kesulitan untuk mencapai kesuksesan tersebut. “Para narasumber juga memberikan kiat-kiat agar bisa fokus dalam menjalankan sebuah usaha,” ungkapnya.
Era menjelaskan, seperti disampaikan narasumber utama Muhammad Assaad CEO PT. Tamasia Global Sharia, ada beberapa point yang bisa diterapkan dalam berwirausaha. Yakni 3P, positif, persistence, dan pray.
“Jadi apapun yang kalian inginkan pertama harus positif thinking bahwa apapun yang kita lakukan pasti berhasil kalaupun tidak berarti kita harus berusaha lebih lagi. Kedua Persistence dalam islam adalah istiqomah, dalam hidup pasti ada kalanya naik dan turun, sukses dan turun,” bebernya mengulas paparan narasumber.
Ketiga, lanjut Era, adalah pray, selalu melibatkan Allah dan berdoa karena sukses itu ada di tangan di Allah. Selain itu, yang lebih utama adalah pada saat memulai sebuah usaha dan terkendala dengan permodalan maka janganlah melakukan pinjaman tetapi lebih kepada partnership.
“Karena sesuai dengan syariah, ketika kita melakukan kerja sama (partnership) maka kita mendapatkan keuntungan akan dibagi sesuai pembagian yang proporsional sesuai dengan yang disepakati di awal bukan melalui omset (perkiraan keuntungan),” imbuhnya.
Era menambahkan, hadir juga sebagai narasumber CEO pengusaha ojek wanita OJESA Rani Musodah. Menurut Rani, cara paling mudah untuk dapat diterapkan bagi entrepreneur syariah pemula, dengan menerapkan sistem ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi).
“Menurut saya ATM ini bukan bentuk plagiarism, yang dituntut generasi milenial disini adalah inovasi dan kreativitas. Selain itu, kita harus peka terhadap perkembangan pasar. Apa yang dibutuhkan oleh masyarakat secara keseluruhan. Karena itulah yang bisa menjadi peluang bagi entrepreneur muda untuk masuk ke dalam dunia usaha,” tukasnya.
Rizka Sekretaris HMJ Prodi AKS sebagai salah satu peserta seminar mengaku, sangat termotivasi dengan apa yang dipaparkan para pemateri. Juga ide-ide yang diberikan, sehingga mendapatkan wawasan tentang kewirausahaan berbasis syariah.
“Mengikuti seminar ini juga memberikan kami ilmu seputar kewirausahaan syariah yang bukan hanya teori saja. Karena menurut kami apa yang disampaikan narasumber itu lebih ke pengalaman menapaki anak tangga hingga ke puncak kesuksesan. Artinya teori yang sudah dibuktikan keberhasilannya,” tukasnya. (red)