DBD di Lampura Telan Korban Jiwa

Rumah duka M Gilang Ramadhan anak dari pasangan Mahmudin dan Jefrida, warga Jalan Soekarno Hatta tengah ramai pelayat. (Adi Susanto)

LAMPUNG UTARAM Gilang Ramadhan bocah 11 tahun warga Jalan Soekarno Hatta, Kotabumi Lampung Utara (Lampura) putra pasangan Mahmudin dan Jefrida dikabarkan berpulang akibat Demam Berdarah Dengue (DBD), Rabu (23/1/2019).

Kabar meninggalnya M Gilang Ramadhan akibat terkena DBD itu dibenarkan Maryadi, pamannya. Maryadi menerangkan, keponakannya itu mengalami demam sejak beberapa hari.

Lalu pihak keluarga membawa ke Puskesmas setempat untuk berobat. Dari Puskesmas, dianjurkan untuk dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi.

Hanya berselang sekitar 4 jam di RSUD Ryacudu, Gilang dirujuk kembali ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung. Disana, korban mengalami kritis hingga akhirnya meninggal dunia.

“Iya keponakan saya meninggal karena DBD, sekarang jenazahnya lagi diperjalanan dari Rumah Sakit menuju kemari (rumah duka),” ujar Maryadi kepada sejumlah wartawan, sekitar pukul 10.00 WIB di rumah duka.

Sempat sakit sekitar 4 hari dibawa ke Puskesmas, lanjutnya, kemudian sempat dirawat di RS Ryacudu, namun diduga karena keterbatasan alat sehingga dia (Gilang) dirujuk ke RS Abdul Moeloek Bandar Lampung.

Sementara itu Dinas Kesehatan melalui Sekretaris, Edi Kusnadi mengaku belum mengetahui terkait korban meninggal dunia akibat DBD tersebut. Dan berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan jika korban DBD sepanjang Januari 2019 terdapat 30 pasien korban DBD.

“Kami belum bisa memastikan jika itu korban DBD, kami belum mendapatkan laporannya dan hasil diagnosanya pun kami tidak tahu. Jadi kami belum bisa memastikan jika itu korban DBD,” katanya.

Ditambahkannya, jika pihaknya telah melakukan berbagai langkah terkait masalah DBD. ”Jangan tutup mata dong, kami sudah melakukan fogging, penyebaran abate, dan sosialisai pencegahan,” tukasnya. (Adi)

Gilang Ramadhan bocah 11 tahun warga Jalan Soekarno Hatta, Kotabumi Lampung Utara (Lampura) putra pasangan Mahmudin dan Jefrida dikabarkan berpulang akibat Demam Berdarah Dengue (DBD), Rabu (23/1/2019).

Kabar meninggalnya M Gilang Ramadhan akibat terkena DBD itu dibenarkan Maryadi, pamannya. Maryadi menerangkan, keponakannya itu mengalami demam sejak beberapa hari.

Lalu pihak keluarga membawa ke Puskesmas setempat untuk berobat. Dari Puskesmas, dianjurkan untuk dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi.

Hanya berselang sekitar 4 jam di RSUD Ryacudu, Gilang dirujuk kembali ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung. Disana, korban mengalami kritis hingga akhirnya meninggal dunia.

“Iya keponakan saya meninggal karena DBD, sekarang jenazahnya lagi diperjalanan dari Rumah Sakit menuju kemari (rumah duka),” ujar Maryadi kepada sejumlah wartawan, sekitar pukul 10.00 WIB di rumah duka.

Sempat sakit sekitar 4 hari dibawa ke Puskesmas, lanjutnya, kemudian sempat dirawat di RS Ryacudu, namun diduga karena keterbatasan alat sehingga dia (Gilang) dirujuk ke RS Abdul Moeloek Bandar Lampung.

Sementara itu Dinas Kesehatan melalui Sekretaris, Edi Kusnadi mengaku belum mengetahui terkait korban meninggal dunia akibat DBD tersebut. Dan berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan jika korban DBD sepanjang Januari 2019 terdapat 30 pasien korban DBD.

“Kami belum bisa memastikan jika itu korban DBD, kami belum mendapatkan laporannya dan hasil diagnosanya pun kami tidak tahu. Jadi kami belum bisa memastikan jika itu korban DBD,” katanya.

Ditambahkannya, jika pihaknya telah melakukan berbagai langkah terkait masalah DBD. ”Jangan tutup mata dong, kami sudah melakukan fogging, penyebaran abate, dan sosialisai pencegahan,” tukasnya. (Adi)

Redaksi TabikPun :