Demo Rektorat, Puluhan Mahasiswa IAIN Minta Student Mobility Program Dihapuskan

Puluhan mahasiswa IAIN Metro unjuk rasa meminta Student Mobility Program dihapuskan., (Angga)

Metro – Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Metro menggelar demonstrasi di depan Gedung Rektorat, Senin (2/4/2018). Beberapa poin tuntutan pun dilayangkan kepada pihak kampus, salah satunya meminta Rektor IAIN Prof Dr.Hj. Enizar, M.Ag., meninjau kembali dan menghapuskan Student Mobility Program (SMP) yang pembiayaanya dibebankan pada program bantuan sosial bidikmisi mahasiswa IAIN Metro.

Rektor IAIN juga diminta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program bantuan sosial bidikmisi yang diterima mahasiswa yang digadang sebagai program pemerintah kepada mahasiswa miskin. Pun bisa menutup celah, peluang, dan segala potensi yang memungkinkan terjadinya diskresi penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh para pemangku kebijakan.

”Kami punya rekaman yang isinya ada dugaan pemaksaan kepada mahasiswa bidikmisi untuk mengikuti Student Mobility Program itu. Bisa kami tunjukkan kalau tidak percaya. Kami minta ibu rektor beri penjelasan soal program itu (SMP,red) aturan apa yang menjadi dasar dilakukanya program itu,” kata Ketua Aksi Chairul Tanjung Bangsawan saat berorasi, Senin (2/4/2018).

Dalam tuntutan, Mahasiswa pun meminta Wakil Rektor III Dr. Ida Umami, M.Pd.Kons., meminta maaf kepada seluruh Civitas Akademika IAIN Metro atas diskresi kewenangan yang telah dilakukan terkait Student Mobility Program yang pelaksanaannya menggunakan anggaran dan biaya Bidikmisi. Mengundurkan diri dari jabatan Wakil Rektor III IAIN Metro, sebagai sebuah bentuk tanggungjawab moril atas kesalahan prosedur dalam melaksanakan SMP.

Rektor IAIN Prof Dr.Hj. Enizar, M.Ag., saat menanggapi tuntutan mahasiwa. (Angga)

Aksi mahasiswan langsung mendapatkan tanggapan Rektor IAIN Prof Dr.Hj. Enizar, M.Ag., yang menerangkan Wakil Rektor III sedang tidak berada ditempat.”Apapun pun yang dilakukan Wakil Rektor adalah tanggungjawab Rektor, tetapi jika yang bersangkutan tidak adakan tidak etis, tidak adil. Kita terima masukan ini, nanti kita pelajari bersama-sama mana yang tidak sesuai aturan,” paparnya di depan peserta aksi.

Ia menerangkan, kalau yang tidak ada diaturan kemudian ada itu disebut kebijakan. Namun jika ingin mendapatkan jawaban yang memuaskan dapat meminta kepada Wakil Rektor III.

”Bukan berarti rektor lepas tangan, bukan. Tapi itu bidang WR III. Masalah rekaman yang disebutkan tadi saya sudah melihat juga. Dan langsung saya konfirmasi. Kalian memang harus jadi pengkritik. Tetapi dasarnya harus benar, bahasa yang digunakan harus santun. Seperti yang kita lakukan beberapa waktu lalu, kita diskusi dengan baik, sambil duduk, nanti pasti mendapatkan hasil yang baik juga,” tutupnya.

Informasi yang dihimpun, dialog mahasiswa dan Rektor IAIN berlangsung hingga sore hari. Akhirnya Warek III datang menemui mahasiswa untuk menjelaskan persoalan terkait bidang yang dibawahinya. Secara singkat Wakil Rektor III Dr. Ida Umami, M.Pd.Kons., menjelaskan bahwa program tersebut dijalankan berdasarkan hasil rapat. (Ga)

Redaksi TabikPun :