Bandar Lampung News

Deni Ribowo akan Berikan Pendampingan Kesehatan dan Ambulan di Dapilnya

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo saat menggelar Sosper di Kampung Negara Jaya, Kecamatan Negeri Besar, Kabupaten Way Kanan. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, akan memberikan pendampingan dan fasilitas kesehatan kepada masyarakat kampung Negara Jaya, Kecamatan Negeri Besar, Kabupaten Way Kanan.

Hal tersebut diutarakanya saat Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa pandemi Covid-19 di daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Way Kanan. Selain melaksanakan bakti sosial dengan berbagi sembako, ia akan memberikan fasilitas kesehatan berupa mobil ambulan.

“Saya akan berikan ambulans gratis pada tempat saya melakukan sosper, sekiranya jika ada yang sakit maka saya akan memberikan fasilitas gratis berupa angkutan ambulans dan melakukan pendampingan dalam menangani pasien yang sedang sakit,” kata Deni Ribowo dilansir dari Lampung Newspaper, Minggu (14/2/2021) malam.

Dalam kegiatan sosper AKB tersebut, Deni Ribowo menekankan kepada masyarakat pentingnya kita menerapkan 3 M. Ia pun memastikan bahwa pemerintah serius dalam menangani Covid-19.

“Semua elemen eksekutif, legislatif serius dalam menangani penyebaran Covid-19, salah satunya adalah DPRD provinsi Lampung membuat Perda tentang covid-19, yang diatur tentang sanksi sanksi yang akan diterima masyarakat yang melanggarnya. Perda AKB agar kampung tetap sehat,” ujarnya

Menurutnya, ada beberapa sanksi yang harus diketahui, salah satunya ketika masyarakat melakukan berulang kali melanggar perda AKB maka akan dikenakan sanksi. Adapun sanksi yang terendah berupa uang Rp 1 juta atau kurungan 2 hari.

Sanksi pelanggar AKB tidak cuman itu saja, bahwa ada undang-undang kesehatan bagi yang tidak melakukan isolasi dan dia dinyatakan positif Covid-19 bisa dikenakan undang-undang kesehatan ancaman yang lebih besar.

“Saya yakin dan percaya masyarakat yang hadir bisa memberikan informasi yang positif bagi warga yang tidak bisa hadir, karena memang kapasitas pertemuan juga kita menerapkan protokol kesehatan, dengan 100 orang dan tidak boleh lebih,” ungkapnya. (Red)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: