Diduga Pungli, Minta Duplikat SK ASN di Way Kanan Ditarif Rp 10 Juta

Ilustrasi. (Net)

Way Kanan – Pungutan liar (pungli) diduga terjadi di Badan Kepegawain Daerah (BKD) Kabupaten Way Kanan. Terjadi saat salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat ingin meminta duplikat Surat Keputusan (SK) namun dimintai sejumlah uang untuk mengeluarkan duplikat SK dapat dikeluarkan.

Peristiwa itu menimpa AS (35) staf pegawai di Kabupten Way Kanan yang didampingi istrinya AT (AT) datang ke BKD ingin meminta duplikat SK, karena SK asli miliknya hilang. Dimana duplikat SK tersebut akan digunakan untuk mengajukan pinjaman ke bank.

“Waktu itu saya mau ngurus bank, jadi saya meminta SK duplikat suami saya agar bisa diajukan ke bank. Saya temuinlah yang berwenang di sana. Terus orang itu memberikan kode menggunakan jari tangan sepuluh. Saya tanya apa maksudnya, terus dia bulang Rp 10 juta, kalau mau duplikat SK itu keluar, hari ini pun bisa langsung saya keluarkan,” curhat AT mengulangi perkataan oknum ASN tersebut yang berinisial PY melalui sambungan telepon, Jumat (18/8/2017).

Namun permintaan tersebut tidak langsung disetujui oleh AT. Dirinya pun sempat mengancam oknum ASN tersebut ke tim saber pungli atas permintaan tersebut.

“Pak (PY), sekarang ini banyak tim saber pungli. Nanti saya laporkan kalau bapak minta uang segitu. Bagaimana kalau Rp 5 juta saja pak. Sisanya akan saya bayar setelah pencairan dari bank,” ungkapnya.

Penawaran pun disetujui PY sebesar Rp 5 juta untuk mengeluarkan duplikat SK milik AS. Dimana uang tersebut diberikan AT dihari berikutnya.

“Iya bener mas, jadi malam itu mau langsung saya bayar cash. Tapi kata bapak itu jangan dulu malam ini karena nggak mungkin bisa saya keluarkan malam ini juga sk duplikatnya. Jadi besok siang saja antar ke rumah duitnya,” tandasnya.

Terpisah, PY membatah telah melakukan hal tersebut. Menurutnya, ia tidak akan ditempatkan pada jabatan tersebut apabila melakukan pungli terhadap ASN.

”Bos, saya enggak akan dilantik oleh bupati kalau saya meras ASN. Karena bupati kita orangnya bersih. Kalau boleh tahu siapa nama ASN yang mengaku saya peras? Nanti saya copot jadi ASN,” ancamnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Memperkuat bukti pemberitaan ini bukanlah opini, tim tabikpun.com pun sempat merekam percakapan antara AT dengan wartawan tabikpun.com saat menceritaan peristiwa tersebut. (Dian)

Redaksi TabikPun :