LAMPUNG UTARA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) telah meninjau dua jembatan ambruk akibat tergerus air pasca hujan deras beberapa waktu lalu. Setelah melakukan perhitungan, perbaikan bisa dilakukan tahun depan
Kepala Dinas PUPR Lampura, Kadarsyah menerangkan, setelah kejadian jembatan ambruk di Kecamatan Bunga Mayang, pihaknya langsung turun meninjau lokasi bersama tim terkait. Dalam peninjauan, telah dilakukan pengukuran bersama pihak konsultan dan akan di perbaiki.
“Kami sudah mengambil langkah, meninjau kondisi jembatan di Kecamatan Bunga Mayang, itu panjang 15 meter lebar 5 meter. Itu pondasi bergeser kegerus air akibat banjir. Begitu juga di gotong royong,” jelas Kadarsyah, Kadis PUPR, saat meninjau Mall Pelayanan Publik, Rabu, 1 Maret 2023.
Secara perhitungan, urai Kadarsyah, perbaikan belum bisa dilakukan menggunakan APBD murni lantaran keterbatasan anggaran. Pun tidak memungkinkan dilakukan menggunakan APBD Perubahan karena keterbatasan waktu.
“Kalau diperubahan tidak mungkin selesai karena hanya tiga bulan. Kemungkinan itu dimasukkan di murni 2024. Upaya kami saat ini membuatkan jembatan sementara agar transportasi masyarakat berjalan,” jelasnya.
Perkiraan biaya pembangunan, tambahnya, jembatan di Tanah Abang, Kecamatan Bunga Mayang mencapai Rp.3,5 miliar sampai Rp.4 miliar. Sedangkan di Gang Antara Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan diperkirakan Rp. 1,7 miliar sampai Rp.2 miliar.
“Kami sudah coba siasati pakai dana talangan untuk bencana alam, namun tidak memungkinkan untuk dilakukan pembangunan, karena hanya Rp.600 juta, tanggung,” kata dia.
Sebelumnya, jembatan Way Petanggis di Desa Tanah Abang, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampura, putus total akibat ambruknya jembatan pada Minggu, 19 Februari 2023 dini hari. Kemudian satu jembatan di wilayah Tanjung Aman, tepatnya di Gang Antara Kabupaten Lampura, ambruk akibat gerusan air sekira pukul 06.00 WIB, Kamis, 23 Febuari 2023. (Adi)