Dinas PUPR Lampura Tinjau Jembatan Gantung Nyaris Roboh Diterjang Banjir

Dinas PUPR Lampura tinjau Jembatan Gantung di Pekurun Utara, Kecamatan Abung Tengah, yang patah dan bergeser, bahkan nyaris roboh akibat banjir bandang. (Adi)

LAMPUNG UTARA – Dinas PUPR meninjau Jembatan Gantung Pekurun Utara, Kecamatan Abung Tengah, Lampung Utara (Lampura), yang rusak bahkan nyaris roboh akibat banjir bandang pada, Jumat 24 Maret 2023, pukul 02.00 WIB.

Kerusakan jembatan akibat hujan deras hingga menimbulkan banjir bandang Sungai Abung. Arus deras meluap ke bantaran sungai, persawahan, dan mencapai ketinggian jembatan.

Hantaman air bah menggeser pondasi jembatan gantung Pekurun Utara. Terjangan banjir bahkan mematahkan pondasi beton hingga konstruksi jembatan melengkung.

Kerusakan jembatan menghambat mobilitas warga Desa Pekurun Utara, Prianganbaru, dan Kemalaraja wilayah Kecamatan Abung Tengah dan Tanjungraja. Pasalnya jembatan gantung ini menjadi akses utama petani dan pelajar.

Sebagian warga Prianganbaru dan Kemalaraja takut melewati jembatan rusak, sehingga memutar jauh sekitar 20 kilometer dengan waktu tempuh setengah jam menuju Pekurun Utara. Meski begitu, petani dan anak sekolah masih nekat meski konstruksi jembatan tidak aman.

Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Lampura Sunandar mengaku, mengecek kondisi jembatan gantung Pekurun Utara setelah menerima laporan warga. Menurutnya, jembatan sepanjang 43 meter dengan lebar 2,5 meter itu mengalami kerusakan 50 persen.

“Pondasi jembatan patah dan bergeser akibat terjangan banjir. Bagian tengah pondasi bahkan sudah ambrol. Kondisi jembatan berbahaya jika diterjang banjir lagi. Pondasi terancam ambrol dan bentang jembatan otomatis runtuh ke sungai,” bebernya saat meninjau jembatan tersebut, Senin 27 Maret 2023.

Ia menambahkan, Dinas PUPR akan mengusulkan perbaikan jembatan gantung Pekurun Utara melalui APBD Perubahan 2023 dengan perkiraan biaya Rp2,5 miliar. Dimana pengajuan jembatan dengan konstruksi lebih permanen. (Adi)

Redaksi TabikPun :