Dinkes Lampura Bentuk Tim Kewaspadaan Difteri

Kadiskes Maya Metissa dan PLT Direktur RSUD Syah Indra Husada saat berkoordinasi. (Adi Pratama)

Lampung Utara – Menyikapi penetapan penyakit difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampura Utara (Lampura) membentuk tim kewaspadaan dini terhadap kasus yang berpotensi mewabah.

Kepala Dinas Kesehatan Lampura Maya Metissa mengatakan, tim tersebut telah dibentuk dari tingkat Dinas hingga Puskesmas. Bertugas sesuai edaran dari Kemenkes untuk menangani kasus suspek difteri.

“Jika ditemukan kasus tersebut, maka akan segera dilaporkan untuk ditangani dengan cara dirujuk ke rumah sakit. Dan di musim penghujan ini masyarakat harus senantiasa waspada dan membiasakan pola hidup sehat,” paparnya usai menghadiri acara penerimaan dokter spesialis anak di RSUD Ryacudu, Kamis (14/12/2017).

Menurut Mantan Direktur RSUD Ryacudu itu, tim bentukan Dinas Kesehatan tidak hanya berfokus pada defteri saja melainkan juga pada wabah DBD.

“Masalah vaksin defteri (DPT) kita sudah dikirim dari pusat hanya saja penggunaannya saat ditemukan​ kasus defteri. Vaksin pencegahan dan imunisasi dasar tetap dilaksanakan,” terang dia

Kesempatan yang sama, plt Direktur RSUD Ryacudu, dr. Syah Indra Husada menyatakan bahwa di Lampura belum ditemukan kasus defteri.

“Alhamdulillah sampai saat ini Lampura aman dari wabah defteri yang disebabkan oleh bakteri corinebacterium diptheriae. Mudah-mudahan jangan sampai ada,” tuturnya. ”Kita harus waspada, jika terdapat gejala difteri harus segera dibawa ke dokter untuk diperiksa,” tambah dokter spesialis anak Umy Rachmawati yang baru bertugas di RSUD Ryacudu. (Adi)

Redaksi TabikPun :