Metro – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro berjanji akan membantu biaya di luar BPJS Arif Fiko Darmansyah (12) siswa SMPN 10 Metro yang terbakar saat ekskul pramuka di sekolahnya. Hal itu diungkapkan Kadisdikbud Ria Andari, M.Pd., Jumat (10/11/2017).
“Kita sudah mengadakan mediasi, dewan pendidikan sudah, dari anggota dewan juga sudah, yang pasti kita akan sama-sama mengobati anak tersebut sampai dia sembuh,” ungkapnya.
Ketika ditanyakan terkait bantuan yang akan diberikan diluar BPJS Kesehatan, dirinya mengaku akan memberikan bantuan semampunya. Ia pun berharap musibah yang men impa Fiko dapat menjadi pelajaran baik panitia atau siswa agar kedepanya lebih berhati-hati.
“Sebatas kekuatan kami yang bisa kami biayai akan kami biayai. Karena siapapun kita tidak ada keinginan terkena musibah. Musibah ini sudah terjadi tidak usah saling menyalahkan, orang kita juga membantu. Sebenarnya tidak ada dana darurat untuk itu, sekarang kita gunakan dana BPJS, pihak sekolah yang mana anggarannya bisa di bantu itu sekolah, kemudian dinas pendidikan, sama-sama bergotong royong,” paparnya.
Terkait permintaan keluarga korban agar adanya perjanjian yang menguatkan dalam bentuk surat hitam di atas putih, Ria mengaku hal tersebut tidak perlu digunakan. “Enggak usahlah, kita ini enggak usah susah-susah amat, rumah kita enggak ada yang berpindah,” tandasnya.
Sebelumnya, musyawarah mufakat atau mediasi antara keluarga korban siswa terbakar di SMPN 10 Metro dengan pihak sekolah berlangsung alot dan menegangkan. Tuntutan serta permintaan keluarga agar sekolah menggung biaya pengobatan diluar BPJS ternyata mendapat jawaban tidak mengenkkan dari Kepala Sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMPN 10 Metro Supardi meminta permohonan maaf kepada keluarga korban atas musibah yang menimpa anak didiknya, pada saat kegiatan ekskul pramuka di halaman sekolah.
“Saya juga terpukul atas peristiwa ini, bukannya sekolah tidak mau membantu meringankan biaya pengobatan, tapi dana di sekolah memang sangat terbatas. Jadi saya hanya bisa membantu biaya pengobatan ala kadarnya dan semampu saya,” tuturnya, di hadapan keluarga korban saat mediasi, di Masjid Riyadhtul-Nafs RSUD A. Yani Kota Metro, Sabtu (4/11/2017) lalu.
Sontak keluarga korban pun tersulut emosi dan membentak dangan nada kasar. Bahkan bantuan berupa uang dari Kepsek secara simbolis yang diberikan kepada keluarga korban pun ditolak mentah-mentah.
“Bapak ini punya hati tidak, kalau misalnya anak bapak yang kena musibah bagaimana. Dan kejadian ini masih dalam jam kegiatan sekolah, bahkan di halaman sekolah SMPN 10 Metro. Nah, ini juga ada pernyataan tertulis, bagi siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekskul pramuka tidak mendapatkan nilai. Artinya kegiatan ini wajib di ikuti siswa kelas VII,” ujar salah satu keluarga korban yang turut mendampingi mediasi tersebut. (Ap)