Divonis Tak Bisa Sembuh, Pasien RSU A Yani Dipulangkan

Rasyid menunjukan bukti pembayaran pasca dipulangkan paksa oknum dokter di RSU A Yani. (Arbi)

www.tabikpun.com, Metro – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSU) Ahmad Yani kembali dikeluhkan masyarakat. Kali ini terjadi kepada Rasyid (52) warga Jalan Imam Bonjol Gg. Poksai III No 4 RT 017 RW 004 Kelurahan Hadimulyo Barat Kecamatan Metro Pusat.

Rasyid menceritakan, peristiwa tersebut bermula saat dirinya rawat inap di rumah sakit plat merah itu pada, Minggu (16/7/2017). Saat itu, ia harus mendapatkan perawatan lantaran Diabetes Melitus (DM) yang diderita menyebabkannya tidak dapat mengkonsumsi makanan lantaran terus muntah dan kondisinya mulai melemah.

”Saya masuk Minggu sore, namun, Selasa (18/7/2017) sudah disuruh pulang. Waktu itu yang menangani saya dr. Yeni. Dokter itu yang menyuruh saya pulang karena dia bilang nggak bakal bisa sembuh. Dia bilang penyakit DM saya sudah lama, ditambah lagi ginjal saya sudah mulai terganggu. Jadi nggak mungkin sembuh,” ulasnya saat ditemui di kediamannya, Jumat (21/7).

Merasa kesal dengan perlakukan tersebut, Jumat (21`/7) ia memutuskan untuk pulang. Meski kondisinya saat itu belum membaik.

”Setiap masuk ruangan dokter itu selalu menyuruh saya pulang. Kan ada apa? Ini jadi pertanyaan kami sekeluarga. Apa karena saya pakai Askes? Bukan soal tidak bisa sembuh, tetapi kondisi saya ini belum membaik. Belum bisa masuk makanan. Kenapa disuruh pulang,” sesalnya.

Seharusnya perlakuan tersebut tidak terjadi di rumah sakit besar seperti RSU A Yani yang menjadi kebanggaan warga Kota Metro. Ia pun berharap kedepannya dapat dilakukan pembenahan terhadap pelayanan di rumah sakit tersebut.

”Pelayanannya ya di perbaiki lagi lah. Sebenarnyakan pelayanan dokter-dokter yang lain bagus. Tetapi karena ulah satu dokter itu jadi kurang bagus rumah sakit ini. Jadi tolong dibenahi, supaya citra rumah sakit dan Pemerintah Kota Metro tidak buruk di mata masyarakat,” tandasnya.

Sementara pelaksana tugas (plt) Direktur RSU A Yani Eko Hendro Saputro, ST.Mkes menerangkan, pasien tersebut diminta untuk menjalani perawatan di rumah karena kondisinya dinilai dokter telah membaik. Bukan lantaran vonis dokter atas penyakit pasien yang dinilai tidak dapat disembuhkan atau karena pasien menggunakan Askes.

”Tidak mungkinlah mas begitu saja meminta pasien pulang. Dokter pasti sudah menerapkan SOP sebelum mengatakan hal itu. Mungkin ada miskomunikasi saja, sehingga apa yang disampaikan dokter salah diartikan oleh pasien. Soal Askes, semua juga pakai askes atau BPJS pelayanannya sama. Kalau pasien itu mau rawat inap lagi pasti dilayani. Tetapi ini sebagai masukan positif, kami akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tukasnya. (Ap)

admintabikpun :