Dokter Wahdi Menghantar Pemakaman Mama Ko Ayong Hingga Ke Makam 

METRO- Ko Ayong, warga 15 Polos Metro Pusat merupakan teman kecil dr Wahdi. Mengenang masa lalu, Dokter Wahdi dengan Ko Ayong teman bermain bersama tanpa meski mereka bedua berbeda ras, suku dan agama. Hormat-menghormati, dan sayang menyayangi itulah yang selalu dipegang teguh persahabatan mereka berdua hingga saat ini.

Tentu bukan sebatas persahabatan antara mereka berdua, Wahdi dengan  Ayong sudah dianggap saudara meskipun beberapa tahun sempat terpisah oleh waktu, lantaran Wahdi menempuh pendidikan ke Pulau Jawa dan meninggalkan Kota Metro.

Dokter Wahdi juga masih teringat akan lembutnya sentuhan tangan Mama Ko Ayong ketika ia main ke rumah Ayong. Semasa tinggal di rumah tua milik orang tuanya di Jalan Mayjend Riyachudu, tepatnya di samping Puskesmas Metro, seperti anak kebanyakan, bermain air di saluran irigasi, memancing, hingga bermain bola menjadi kebiasaan mereka berdua.

Kemarin, mendengar kabar Mama Ko Ayong tutup usia, tentu kabar duka itu membuat dokter Wahdi bersedih hingga dirinya langsung menghubungi Ko Ayong untuk mengucapkan bela sungkawa. Bukan itu saja, Dokter Wahdi pun mengikuti proses pemakaman sejak awal dari proses kremasi hingga proses pemakaman di TPU Keluarga Tionghoa, Metro Kibang, Senin (9/3/2020) kemarin.

“Menghantar ke pemakaman Mama sahabat saya Ayong. Almarhum membesarkan enam orang anak-anaknya yang sekarang menjadi orang hebat semua, termasuk teman saya Ayong. Dulu kami bergaul tanpa memandang kesukuan, agama, ataupun kebiasaan, semua berbaur hingga saat ini,” kata Dokter Wahdi kepada wartawan media ini.

Menurut Dokter Wahdi, silaturahim adalah ciri orang bertaqwa. “Bersilaturahim adalah ciri orang bertaqwa tanpa memandang kesukuan ataupun agama,” katanya. ( rls/red)

Redaksi TabikPun :