www.tabikpun.com, Metro – Sebelum dimasak masyarakat yang mendapatkan daging hewan kurban harus ekstra teliti memeriksanya. Pasalnya, Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Kota Metro menemukan berbagai penyakit pada hewan kurban terlebih pada kasus cacing hati.
Kepala DPPK Metro Yeri Ehwan mengatakan, pihaknya mendapatkan temuan beberapa kasus penyakit setelah pemeriksaan post mortem (hewan setelah dipotong atau mati).
“Paling banyak cacing hati. Itu ada 84 kasus. Kemudian ada radang paru sebanyak lima kasus, kropeng satu kasus ini untuk hewan kambing, dan peradangan limpa sebanyak satu kasus juga,” ujarnya selepas memeriksa hewan kurban di Kampus 2 STAIN Jurai Siwo, Selasa (13/9).
Namun demikian, Yeri mengaku, jumlah temuan kasus penyakit cacing hati hewan kurban tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya. Dimana tercatat lebih dari 100 kasus.
“Yang pasti kami akan terus memantau. Karena sampai hari ini masih ada pemotongan kurban di Metro. Dan besok juga masih ada. Tim juga standby kita siapkan. Ada 72 petugas yang tersebar di lima kecamatan se-Metro,” ungkapnya.
Ditambahkannya, hasil hitungan DPPK, jumlah pemotongan hewan kurban di wilayah Kota Metro mencapai 2.090 ekor. Terdiri dari 822 sapi, 12 kerbau, 1.137 kambing, dan 119 domba.
“Tapi jumlah hewan kurban yang dipotong ini kemungkinan bertambah. Karena beberapa lembaga, masjid dan mushola ada yang belum melaksanakan pemotongan hewan kurban,” imbuhnya.
Ia mengingatkan, jika cacing yang ditemukan pada hati hewan kurban sudah tidak layak dikonsumsi.”Kita minta organ yang sakit itu dibuang. Karena tidak layak lagi ya. Jadi cacing hati itu bisa berasal dari makanan yang dikonsumsi sapi. Yaitu rumput,” terangnya.
Dijelaskannya, untuk hati yang ditemukan cacing agar tidak membahayakan bisa langsung dikubur. Sementara untuk dagingnya yang tidak terkena, bisa untuk dikonsumsi. (ga)