DPRD Pertanyakan Asal Usul  Masyarakat yang Berangkat Umroh

www.tabikpun.com, Metro – DPRD Kota Metro mempertanyakan 28 masyarakat yang menerima umroh ke tanah suci dan perjalanan wisata rohani dari Pemkot.

Anggota Komisi II Alizar mengatakan, pihaknya ingin mempertanyakan asal usul 28 masyarakat yang berangkat umroh maupun wisata rohani karena menggunakan APBD Kota Metro.

“Yang pertama kriteria mereka bisa berangkat itu karena apa. Seperti apa. Maksudnya yang menerima itu karena apa. Karena kita tidak tahu soalnya. Tahunya berangkat saja,” tukasnya via telepon, Kamis (29/6).

Selain itu, pihaknya juga tidak tahu siapa-siapa yang diberangkatkan umroh atau wisata rohani oleh Pemkot Metro. Termasuk status warga mana atau tinggal dimana. Apakah masyarakat Bumi Sai Wawai atau justru daerah lain.

“Jadi kita sama sekali enggak ada datanya. Kita itu enggak tahu mereka warga mana. Kalau sampai warga luar ya kerok. Ini kan pakai APBD Metro,” terang Zas Dianur Wahid, anggota Komisi III.

Menurutnya, komisi dan badan anggaran tidak mengetahui adanya usulan untuk umroh dan wisata rohani. Namun, tiba-tiba sudah masuk dalam APBD. Sehingga pihaknya sama sekali tidak mengetahui.

“Pembahasan di murni (APBD) itu tidak ada anggaran umroh. Harusnya sama-sama penyelenggara pemerintah komunikasi dengan kami. Kesannya ditutupi seperti ini. Makanya mau kita tanya,” bebernya.

Ditambahkannya, DPRD berencana memanggil Pemkot Metro untuk menjelaskan hal tersebut. Termasuk kriteri masyarakat yang diberangkatkan apakah merupakan warga setempat.

Sementara Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Metro belum mengetahui secara pasti terkait masyarakat yang diberangkatkan umroh dan wisata rohani.

“Saya belum begitu mengerti. Karena baru,” ujarnya yang menjabat sebagai Plt Kabag Kesra Metro sebagai leading sector pemberangkatan umroh dan wisata rohani 28 masyarakat setempat.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Metro melepas jemaah yang umroh dan perjalanan wisata rohani, Kamis (1/6). Umroh dan wisata rohani bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada tokoh pemuda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Wali Kota Metro Achmad Pairin mengatakan, wisata rohani selain dilakukan umat muslim juga dilakukan masyarakat non muslim dengan tujuan Yerusalem. Sebanyak empat umat Kristen dan Katolik berangkat pada tanggal 10 hingga 16 Juli 2017.

Selain itu, perjalanan wisata rohani untuk umat Budha yang berlokasi di Thailand berjumlah satu orang dilaksanakan pada tanggal 15 hingga 20 Juli 2017. (ga)

Redaksi TabikPun :