Anggota Komisi II DPRD Metro meminta pihak dinas dapat segera membersihkan sisa bangunan yang diduga bercampur limbah medis tersebut.
“Jadi dalam kegiatan evaluasi pembangunan kita kemarin, kami sempat menemukan Bungkusan yang diduga sebagai limbah medis, dan itu bercampur dengan puing-puing sisa pembangunan di dinas itu. Kalo merk nya itu Onionex, kayak semacam jarum infus. Yang jelas kita minta dinas untuk membersihkannya agar tidak terjadi hal-hal yang memang tidak kita inginkan,” papar Alizar saat memberikan keterangan kepada awak media.
Politisi dari Partai Nasdem ini juga mengatakan, dalam evaluasi pembangunan di Dinkes tersebut terdapat pengerjaan pembangunan yang dinilai lamban lantaran hingga kini belum terselesaikan.
“Kendala teknis saja karena lama nya pekerjaan saja, karena memang ada beberapa yang perlu pengunduran waktu, tapi pada intinya mereka menjamin selesai untuk program-program pembangunan di dinas Kesehatan,” imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Dinkes dr. Silfia Naharani berjanji akan melaksanakan semua masukan dari DPRD Kota setempat.
“Apa yang disampaikan tadi memang sudah sesuai dengan apa yang ada di dinas Kesehatan, pesan-pesan dari anggota dewan pasti kami siap untuk melaksanakannya, tadi ada sisa bangunan yang belum selesai karena masih proses,dan terkait sampah medis dalam lingkungan Dinas kesehatan, tidak ada disitu,” tandasnya.
Diketahui, dari pantauan Tabikpun.com di lokasi, terlihat bungkusan yang diduga merupakan alat medis bermerk Onionex.
Merk tersebut diketahui merupakan jarum suntik yang memiliki sayap atau wing dan biasa digunakan sebagai alat memudahkan penyuntikan Intra Vena. (Ap)