LAMPUNG UTARA – Duet Kapolres dan Kalapas Lampung Utara (Lampura) suskses memeriahkan panggung hiburan rakyat bertajuk “Merah Putih Warga Binaan” di Tugu Payan Mas Kotabumi, Sabtu (26/03/2022).
Kapolres Lampura AKBP Kurniawan Ismail didampingi Kalapas Kelas IIA Kotabumi M. Endang Lintang Hardiman mengatakan, selain menghibur masyarakat, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mencari masyarakat yang belum vaksinasi, baik dosis 1, 2, atau 3.
“Ini kali pertama digelar, jadi tentu ada kurangnya. Tetapi sejak awal kami sudah menegaskan agar masyarakat menjaga prokes. Untuk waktu, sesuai surat edaran forkopimda kegiatan selesai pukul 22.00 WIB. Ini kegiatan positif, karena Kotabumi yang terkenal sepi harus diramaikan,” ungkap Kapolres.
Kapolres juga mengajak masyarakat vaksinasi. Menurutnya, vaksinasi sebagai upaya memberikan kekebalan tubuh terhadap Covid-19.
“Vaksinasi ini tunjukannya bukan untuk membuat susah orang, tetapi untuk memberikan kekebalan tubuh dan lingkungan,” umbuhnya.
Kesempatan yang sama, Kalapas Kelas IIA Kotabumi M. Endang Lintang Hardiman menjelaskan, sebelumnya pihkanya telah berkoordinasi dengan Kapolres terkait gelar panggung hiburan rakyat. Dimana Warga Binaan (WB) diikut sertakan berkontribusi membangung panggung bertema “Merah Putih Warga Binaan”.
“Kita punya warga binaan untuk membangun dengan semboyan “Merah Putih Narapidana”. Jadi narapidana itu harus kita masyarakatkan dengan bhaktisosial. Tujuannya untuk merapikan jantung kotabumi, karena ini jalur lintas dari kota kota luar, supaya terlihat Lampura sudah mulai bangkit,” katanya.
Kalapas berpesan kepada masyarakat agar hidup rukun, jangan terpecah belah oleh hasutan yang kurang baik. Menurutnya, sebagai warga negara yang baik harus berkontribusi bagi negaranya, terlebih daerah yang ditinggalinya.
“Jangan tanya apa sih sumbangan pemerintah pada kita, tapi apa sih sumbangsih kita untuk membangun wilayah kita ini. Kalau bukan kita, siapa yang lebih tahu apa yang dibutuhkan daerah kita agar lebih baik,” ujarnya.
Sanggun, pelaksanaan pembuatan panggung hiburan rakyat menambahkan, penggarapan panggung hiburan rakyat membutuhkan waktu 14 hari. Ia pun memastikan bahwa sumber dana pembuatan panggung tersebut tidak berasal dari pemerintah.
“Dana dari siapa yang mau menyumbang saja. Pada prinsipnya, saya hanya ingin berbuat untuk kampung halaman saya, khususnya Lampung Utara. Karena kita pasti kita bisa berbuat untuk masyarakat,” ucap pemuda yang patut menjadi contoh Inisiator dan inspiratif itu.
Panggung hiburan itu pun mendapat apresiasi dari masyarakat, salah satunya Roy Warga Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi. Ia sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan WB Lapas Kelas IIA Kotabumi menghidupkan kembali suasana malam dengan pentas musik.
“Ini harus jadi contoh buat yang lain untuk memajukan kabupaten yang kita cintai, karena selama ini kita lihat Kotabumi kalau malam hari terlihat sepi. Apa lagi saat ini jaman pandemi, tapi kita tetap harus patuhi prokes dalam kegiatan keramaian,” katanya
Ia sangat bangga dan sangat mengapresiasi karya-karya WB Lapas Kelas IIA Kotabumi. Ia berharap ide-ide kreatifitas WB dapat terus muncul agar Kotabumi semakin indah. (Adi/Yono)