FGD Dorong Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Pertanian Organik

Bandarlampung– Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hak Asasi Manusia (PKKPHAM) FH Universitas Lampung, bekerjasama dengan Yayasan Bimbingan Mandiri ( YABIMA) dan Anggota DPD asal Lampung Anang Prihantoro, menggelar Focus Grous Discussion (FGD) bertema ‘Mendorong Kebiijakan Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Pertanian Organik’ di Ruang Pasca Sarjana FH Unila, 22 Mei 2017.

Hadir sebagai narasumber dalam FGD ini adalah Anggota DPD asal Lampung Ir Anang Prihantoro, Dosen Pertanian Unila, Ir. Koeshendarto, MP , Ir. Hidayat, MP Praktisi Pertanian dan Kepala Dinas Pertanian Tanggumus Prof,Dr. Sony Isnaini.

Dr. HS Tisnanta dari PKKPHAM mengatakan, FGD ini bermaksud mendiskusikan salah satu agenda dalam Nawacita yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik.

Anang Prihantoro mengungkapkan, pengembangan pertanian Organik sendiri meliputi berbagai aspek mulai dari sarana Produksi dan pengolahan, Sertifikasi, Pelabelan, Pembinaan dan Pengawasan dalam penerapan Sistem Pertanian Organik. Namun demikian harus diakui bahwa penyelenggaraan pertanian organic masih mengalami berbagai permasalahan fragmentasi kebijakan sektoral, Pengawasan dan tantangan sertifikasi, kurangnya pengetahuan dan informasi dalam pertanian organik.

“Pengembangan 1000 desa pertanian organik yang dicanangkan pemerintah sebenernya membuka peluang yang baik bagi tumbuhnya komitmen bersama untuk menumbuhkan kemandirian petani dan pengembangan pertanian organik melalui kearifan lokal,saya mendukung gerakan pengembangan pertanian organik ini” ujarnya.

Sementara Prof. Sony Isnaini dari Dinas Pertanian Tanggamus memaparkan, berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk mengembangkan pertanian organik.

Hal senada juga disampaikan Hidayat , menurutnya dampak pertanian kimia sudah banyak dipahami oleh petani maupun masyarakat.

“Kini yang paling penting adalah mendorong sistem jaminan partisipatif untuk mendorong sertifikasi pertanian organik dan lahirnya kebijakan pemerintah di daerah untuk mengembangkan pertanian organik,” ujarnya.

Acara ini juga tak luput dihadiri berbagai stakeholders, seperti pegiat pertanian organik, perwakilan organisasi tani seperti SPI, Sertani dan AGRA , Anggota DPRD Lampung Tengah Sumarsono, dan kalangan akademisi.

( Oki )

Redaksi TabikPun :