www.tabikpun.com, Metro – Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Lampung kembali menggelar sirkuit brigde di Kota Metro. Sebanyak delapan kabupaten\kota turut meramaikan sirkut brigde di Rumah Dinas (Rumdis) Walikota, Sabtu (25/2).
Ketua Brigde Kota Metro Toni Wijaya menerangkan, sebanyak 16 tim berasal dari Kota Metro, Kabupaten Lampung Timur, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Bandarlampung, Pesawaran, Pringsewu, dan Lampung Utara bertanding pada sirkuit brigde kali ini. Dengan bentuk pertandingan beregu dan sistem swiss sebanyak enam sesi.
”Hasil akhir Kota Metro memperoleh juara pertama dengan Victory Point (VP) 93,23, posisi kedua diperoleh Lampung Selatan dengan VP 80,95. Sedangkan posisi ketiga ditempati tim dari Bandarlampung dengan VP 79,43,” paparnya, Minggu (26/2).
Toni mengaku, sirkuit brigde yang digelar GABSI Lampung ini banyak memberikan manfaat bagi atlet bridge di Provinsi Lampung. Selain sebagai bentuk evaluasi kemampuan yang selama ini telah dilatih, sirkuit bridge juga bermanfaat untuk membina dan memberikan pengalaman pada bibit-bibit baru.
”Target Kota Metro tidak muluk-muluk pada Porprov nanti. Cukup mempertahankan perolehan sebelumnya dengan dua emas dan satu perak. Saat ini Bridge Kota Metro mempunyai 30 anggota. Dan banyak bibit baru yang telah bergabung. Artinya minat kalangan muda sudah mulai terlihat. Kami optimis wacana menjadikan Kota Metro sebagai central bridge di Provinsi Lampung bisa terwujud,” tegasnya.
Senada diutarakan Pengurus GABSI Lampung Hendri Susanto, ia optimistis Kota Metro mampu menjadi central bridge di Lampung. Keyakinanya dikuatkan dengan dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro yang akan menjadikan bridge sebagai ekstra kulikulir di setiap sekolah di Bumi Sai Wawai.
”Kami yakin, karena Pemkot Metro juga sangat mendukung mengenalkan bridge di Kota Metro. Bridge banyak manfaat kok bagi siswa. Karena pada permainan bridge diharuskan untuk bekerjasama dan mengutamakan kejujuran. Tidak ada kecurangan di bridge,” jelas dia.
Sementara Walikota Metro Achamad Pairin yang juga berpartisipasi pada tim Kota Metro mengaku menggemari permainan bridge. Ia pun mengaku siap mengikuti seleksi untuk mengikuti Porprov Lampung kedepan.
”Seleksi Porprov nanti saya ikut, kalau tidak lolos ya tidak lolos. Tidak boleh dipaksakan. Wacana saya bridge ini akan menjadi ekstra kulikuler di setiap sekolah. Untuk mencari bibit-bibit muda berbakat. Dengan bermain bridge, kita dapat menanamkan sejak dini kepada generasi muda tentang tim work, strategi, dan kejujuran,” tutupnya.(ga)