METRO – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) pengendalian inflasi dan stabilisasi harga barang pokok strategis di OR Setda Kota Metro, Jumat (30/8/2024). Kegiatan tersebut berfokus pada kolaborasi antara berbagai pihak guna menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat di Bumi Sai Wawai.
Yeri Ehwan, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Setda) Kota Metro, menjelaskan bahwa kedepan akan ada Toko atau Kios pengendali inflasi, yang akan diresmikan, adalah langkah penting dalam upaya pengendalian inflasi.
“Kedepan Toko atau Kios pengendali inflasi akan berfungsi sebagai stabilisator harga pangan pokok, memastikan ketersediaan komoditas yang sering bergejolak, serta menjual dengan harga yang terjangkau,” ujar Yeri usai kegiatan di OR Setda Kota Metro, Jumat (30/8/2024).
Yeri menambahkan, kolaborasi akan dilanjutkan dengan para distributor, agen, offtaker, pedagang besar, pabrikan, dan gabungan kelompok tani. “Kolaborasi ini penting untuk memastikan ketersediaan bahan pokok secara berkelanjutan dan harga yang relatif terjangkau,” jelasnya.
Sementara, Kepala Disdag Kota Metro, Elmanani, menekankan pentingnya upaya ini dalam menekan inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Kita terus berupaya agar pengendalian inflasi di Kota Metro tetap terkendali dan harga stabil, termasuk melalui tahapan-tahapan lanjutan Toko atau Kios pengendali inflasi,” tegasnya.
Elmanani juga menyebutkan kolaborasi dengan Bank Indonesia dan layanan pembayaran digital QRIS melalui Bank Lampung yang kini tersedia di Toko atau Kios pengendali inflasi.
“Dengan ketersediaan stok di Toko atau Kios pengendali inflasi, diharapkan harga yang ditawarkan dapat menekan inflasi dan membantu masyarakat,” tuturnya.
Melalui FGD ini, Pemkot Metro berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau serta membantu pengendalian inflasi di Bumi Sai Wawai. (Mahfi)