Pringsewu – Entah setan apa yang merasuki AN (20), CH (19), RC (17), PS (16), dan JH (22) hingga tega meruda paksa IW (19) warga Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu bergiliran bak adegan di film India.
Kejadian tersebut bermula saat korban berada di Pasar Terminal Pringsewu pada, Jumat (1/9//2017) sekitar pukul 01.30 WIB. Kemudian kelima pemuda menggunakan dua motor menghampiri korban, yang ternyata korban mengenal pemuda yang bernisia JH. Korban pun dibonceng JH menuju Bukit Bintang Pekon Podomoro.
Korban dan kelima tersangka berbincang hingga sekitar pukul 03.00 WIB. JH pun sempat pergi dari tempat tersebut dan meninggalkan korban bersama empat rekannya. Korban yang tidak nyaman ditinggalkan JH pun sempat meminta untuk diantarkan pulang. Namun JH kembali dan menahan korban untuk tidak pulang.
”Tiba-tiba AN mendorong korban, kemudian ketiga temannya membekap dan memegangi korban. Kemudian AN dan CH memperkosa korban secara bergantian. Sedangkan RC dan PS bertugas memegangi sambil mencabuli korban. Sementara JH hanya sebentar memegangi korban kemudian menunggu di motor memantau situasi tidak jauh dari lokasi,” papar Kapolsek Pringsewu Kompol Andik Purnomo Sigit, SH. S.Ik. M.Si, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si, Minggu (3/9/2017).
Ia menambahkan, kelima tersangka ditangkap di kediamanya pada, Sabtu (2/9/2017) di Kecamatan Banyumas sekitar pukul 10.30 WIB. Berdasarkan laporan polisi LP/B-222/IX/2017/Polda Lpg/Res Tgms/Sek Sewu tanggal 1 September 2017.
“Kelimanya ditangkap setelah korban melaporkan perbuatan bejat para tersangka ke Polsek Pringsewu. Berdasarkan laporan polisi LP/B-222/IX/2017/Polda Lpg/Res Tgms/Sek Sewu tanggal 1 September 2017,” jelasnya.
Mempertanggungjawabkan perbuatannya, AN dan CH, dijerat pasal 285, 289, 290 ayat (1) KUHPidana. Sementara tersangka JH, RC, dan PS dijerat pasal 285, 289, 290 junto pasal 55,56 KUHPidana. Terhadap RC dan PS, tersangka di bawah umur dipergunakan UU No 11 Tahun 2012 tetang Sistem Peradilan Anak
”Saya berpesan kepada para orang tua agar selalu memperhatikan anak-anaknya terutama anak perempuan. Apalagi ini anak gadis, jam segitu kenapa bisa belum pulang ke rumah,” pungkasnya. (Nanang)