www.tabikpun.com, Mesuji – Sejumlah petani singkong yang tercatat sebagai anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Wana Arun Jaya di Kabupaten Mesuji enggan memanen singkong milik mereka. Pasalnya harga singkong di daerah tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Yadi Ketua Gapoktan Wana Arun Jaya kelompok permukiman di kawasan register 45 menerangkan, mendengar harga singkong saat ini sekitar Rp 670 per Kg, para petani asuhannya enggan memanen singkong mereka. Menurutnya, dengan kisaran harga tersebut dapat dipastikan petani akan merugi jika memaksakan untuk memanen singkong mereka.
“Jika harga singkong singkong seperti itu mas, bagaimana masyarakat akan makmur. Sedangkan di Mesuji ini kan penghasilan pokok nya adalah bertani dan berkebun. Lah kalau harga singkong seperti itu bagaimana akan tercipta kemakmuran,” ungkap dia.
Ia berharap, pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat segera mencari solusi atas peristiwa tersebut sehingga harga singkong dapat normal kembali.”Jika harga singkong kembali normal, nawacita memakmurkan rakyat baru terwujud,” tutupnya.(Billy)