METRO – Kenaikan harga telur pada suasana Natal dan Tahun Baru (Nataru) membuat sejumlah pedagang di Kota Metro kelimpungan. Dimana pedagang khawatir penjualan telur akan menurun, bahkan tidak laku dampak kenaikan tersebut.
Suyati (61), pemilik toko sembako yang berada di Pasar Kopindo Kota Metro, mengatakan, harga telur sebelum suasana Nataru hanya Rp22 ribu, namun saat ini mencapai Rp30 ribu.
“Sekarang telur Rp30 ribu. Kalau terus naik begini lama-lama konsumen beralih beli yang lain. Bahkan para pedagang nasi uduk, martabak, dan kuliner lainnya bilang mau istirahat dulu sampai harga telur stabil,” kata dia di tokonya, Senin (27/12/2021).
Senada, Sri Hartati, pedagang telur lainnya mengatakan, stok telur tergolong aman dan tidak ada kelangkaan. Namun, ia heran mengapa harga telur bisa naik sedemikian tinggi.
“Kalau stok saya ambil berapapun tetap di kasih. Tapi ya itu, notanya sudah tinggi,” ujar Sri Hartati.
“Kasian juga pedagang kuliner kalau harganya tinggi. Mau dinaikin jualannya kan nggak mungkin. Semisal gini, sekilo telur kan isinya 16-17 butir, sementara kalau untuk nasi uduk ataupun nasi goreng kan dijualnya mereka hitungan butir. Jadi kalau naik mereka bingung,” sambung dia.
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas setempat, Risawati Panca Putri, mengaku kenaikan tersebut masih terbilang wajar. “Hari ini justru turun. Kemarin sempat Rp32 ribu perkilogram,” katanya.
Dia menjelaskan, kenaikan telur kali ini lantaran menyambut hari besar serta tahun baru 2022.
“Ya, memang seperti itu kondisinya. Kemarin dikarenakan akan menyambut Natal, sekarang ini tahun baru. Tapi Alhamdulillah naik nya tidak tiba-tiba, secara bertahap,” ujarnya.
Risawati juga menekankan, tidak adanya aksi penimbunan telur pada kenaikan harga yang cukup tinggi ini.
“Kami dari Dinas Perdagangan memastikan stoknya aman. Bukan karena kosong ataupun apa, sudah ada rumusnya jika jumlah kebutuhan meningkat maka harga pun ikut meningkat. Tapi tetap, stok aman,” pungkasnya. (Adi)