Metro – Postingan foto oleh akun Facebook milik Sugi Yana dengan caption ‘lurah se kota metro berkumpul di rm bengkel perut yosodadi mendengarkan pengarahan seputar karang taruna oleh ketua karang taruna kota metro’ mendapat tanggapan Ketua Karang Taruna Welly Adiwantra Karang Taruna melalui Ketua Humas Karang Taruna Yudha Yunianto.
Ketua Humas Karang Taruna Yudha Yunianto menerangkan, kronologis berkumpulnya para lurah dan ketua karang taruna di rumah makan bengkel perut tersebut secara kebetulan dan tanpa terencana. Tercetusnya pertemuan tersebut setelah Lomba Kesrak PKK di Kelurahan Yosodadi dan hampir semua lurah berkumpul disana.
“Nah, karena sudah dekat jam makan siang pengen kumpul-kumpul. Se-telepon-telponan lah, akhirnya yang paling deket di bengkel perut. Temen – temen juga perlu ketahui, di Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2010, lurah itu adalah sebagai Pembina Karang Taruna di tingkat Kelurahan,” jelas dia didampingi Wakil Ketua V Yoyok Wahyudianto, serta anggota Humas Karang Taruna Riswan Saputra di Ruang Kerja Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Kota Metro, Kamis (30/11/2017).
Menurutnya, pertemuan tersebut dikemas dengan ngobrol santai. Dengan tujuan agar para lurah dapat mendorong pemberdayaan Karang Taruna di kelurahan.
”Ya acara santai sih sebenernya, ngobrol-ngobrol santai. Kebetulan Pak Welly ini kalau di pemerintah kan Kabag Pemerintahan, Tapi kalau di karang taruna sebagai ketua kami, kan gitu. Sebenarnya bahasa yang benar itu mengajak ya, bukan mengarahkan seperti bahasa di facebook. Enggak seperti itu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, merupakan hal yang wajar ketika seluruh lurah berkumpul dan membahas soal karang taruna. Karena jelas sifat karang taruna itu adalah koordinatif, konsultatif dan sebagainya.
”Wajar-wajar saja kalau dalam kesempatan yang baik tersebut semua lurah kumpul. Dan jangan lupa juga, kalau karang taruna sifatnya koordinatif ya, kebetulan lurah jadi pembina di tingkat kelurahan, harus di catat sama temen-temen jadi tidak ada salahnya,” kata Yudha.
Yudha menilai, status facebook salah seorang lurah yang mengatakan ‘lurah se kota metro berkumpul di RM bengkel perut Yosodadi mendengarkan pengarahan seputar karang taruna oleh ketua karang taruna kota metro’ itu tidak dapat menjadi rujukan dalam pemberitaan.
“Yang kedua pak Welly hadir disitu, beliau kabag tapem. Tata pemerintahan adalah pembina pemerintahan umum termasuk koordinasi dengan camat dan lurah. Jadi tidak ada salahnya kabag pemerintahan hadir disitu. Kalau di facebook, namanya media sosial ya kadang-kadang orang nulis itu ya zamannya kaya gini, orang tua kita sakit aja bukannya di bacain doa malah di foto kan. Nah kalo facebook tidak bisa kita jadikan rujukan juga. Makanya kalau mau kita tahu apa yang dibicarakan disana, sebelum ini kemarin tidak bisa kita capture dari facebook, salah kita (media,red) ambil berita dari situ toh,” paparnya.
Sementara ketika singgung soal adanya dugaan intervensi yang dilakukan oleh pihaknya terhadap lurah yang memposting foto dengan caption tersebut untuk menghapusnya, dirinya hanya memberikan perumpamaan.
“Enggak, mungkin gini umpamanya ,saya yang menulis di facebook ketika itu sudah mulai rame saya sadar, ini menimbulkan masalah pasti dari pada jadi polemik saya hapus saja. Kan bisa jadi seperti itu,” pungkas Yudha.
Terpisah, Lurah Purwosari Sugiyana yang memosting foto tersebut dalam akun facebook nya kemudian menghapusnya mengaku atas inisiatif pribadi karena tidak enak. Pertemuan tersebut, lanjut dia, membicarakan seputar karang taruna.
“Ya intinya soal karang taruna. Yang ada disana cuma lurah saja sama Ketua Karang Taruna kemarin itu yang memberikan pengarahan. Pada dasarnya karang taruna itu kan sudah lama sih, cuma ada yang enggak aktif, makanya mau di aktifkan kembali. Enggak sih, enggak ada, cuma enggak enak aja makanya di hapus,” akunya saat di konfirmasi awak media di ruang kerjanya, Kamis (30/11/2017).
Berbeda diutarakan Ketua Paguyuban Lurah se-Kota Metro Suparjo Rustam. Ia menjelaskan awal pertemuan para lurah dengan Ketua Karang Taruna Metro memang sudah terencana.
“Kemarin itu sebetulnya acara kita di Yosodadi, menghadiri Lomba kesrak tingkat provinsi. Setelah acara itu selesai waktu itu di manfaatkan untuk pertemuan Ketua Karang Taruna Kota dan sudah direncanakan. Jadi untuk kelurahan untuk segera di bentuk pengurus kelurahan, kalau sudah dibuat profil itu di kirim ke Karang Taruna Kota. Kalau seandainya nanti ada program kerja itu nanti akan mudah untuk di tindaklanjuti, gitu yang di sampaikan ketua karang taruna kemarin,” ucapnya.
Dirinya membantah bila pertemuan tersebut terjadi secara kebetulan, ia mengaku pertemuan itu memang sudah di jadwalkan oleh karang taruna jauh hari sebelumya.
“Kemarin itu memang sudah di jadwalkan, bukan kebetulan. Jadi Ketua Karang Taruna itu menyampaikan program kerja itu, jadi yang lain memang enggak ada. Jadi dari 22 kelurahan itu belum sepenuhnya membuat kepengurusan karang taruna. Jadi kemarin itu cuma satu yang enggak hadir, itu lurah Yosodadi karena pas lomba, jadi 21 lurah yang hadir,” tandasnya. (Ap)