Metro – Wakil Wali Kota Metro Djohan menemui pengunjukrasa di gerbang masuk kantor pemerintah kota (Pemkot), Rabu pagi tadi, (24/05).
Kehadiran wakil walikota dalam aksi masa yang ke dua kali ini, beralasan Wali Kota Metro Achmad Pairin tidak dapat menemui para demonstran lantaran mantan bupati lampung tengah tersebut sedang berada di luar kota / dinas Luar.
Dalam aksinya, para mahasiswa tersebut masih menuntut keberpihakan pemerintah kota metro terhadap pendidikan serta meminta Achmad Pairin meminta maaf atas ucapan yang dilontarkan ke media massa beberapa waktu lalu.
Kepada Mahasiswa, Djohan berjanji akan melakukan kordinasi kepada wali kota metro untuk menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat kota metro.
“Dengar semua, ini terus terang aja kemarin waktu diskusi dengan teman-teman HMI itu sudah terjawab. Satu karena pak walinya gak ada gimana mau geret pak wali suruh minta maaf atau gimana bahasanya. Yang enak itu berbicara ada orangnya, itu lebih enak,” cetus Djohan dalam paparannya menggunakan pengeras suara mahasiswa.
Djohan juga berjanji menyanggupi penyampaian permintaan maaf dari walikota metro Achmad Pairin kepada masyarakat pada Jum’at 26 Mei 2017 mendatang.
“Itu saya jawab, pertama permintaan maaf insyaallah ya, pak wali akan siap untuk ini, dan ini tugas saya dengan kawan-kawan terutama satuan kerja, nanti sore pak wali datang dan akan saya laporkan, nanti bahkan pak wali di depan media ya untuk menyatakan maaf, bahkan mengklarifikasi. Saya sudah bilang, besok kan libur tadinya saya janjikan kamis, tapi karena kamis libur ya jum’at nanti saya temunya. Sebelum nanti berangkat karena mau liat pasar-pasar karena mau ramadhan,” ucap Djohan.
Wakil walikota ini juga menjamin ribuan mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim dan ratusan siswa Yayasan Pendidikan Islam akan tetap beroperasi.
“Terus kedua yang berkaitan dengan mahasiswa dan siswa saya sudah jamin jalan terus sekolah itu,” tandasnya. (ap)