Jembatan Kali Wayit Ambrol, Ini Jalan Alternatif Bagi Pengendara

Pejalan kaki harus menggunakan papan sebagai media untuk melintasi Jembatan Kali Wayit. (Mozes)

Lampung Tengah – Jembatan Kali Wayit Kampung Simpang Agung menuju Kampung Dono Arum ambrol. Dua pondasi terputus, ambles dengan kedalaman mencapai 2,5 meter ke dasar tanah.

Kondisi usia jembatan yang sudah tua dan belum pernah diperbaiki disertai sering terendam banjir dimungkinkan penjadi penyebab ambrolnya jembatan. Camat Seputih Agung Sariman saat dikonformasi mengungkapkan ambrolnya jembatan sekitar pukul 04.00 WIB.

Dimana dari informasi warga sebelumnya terdapat tujuh mobil muatan singkong konvoi dari arah Dono Arum melintasi jembatan menuju arah Bandarjaya untuk menjual singkong. Setelah mobil ketujuh melintas ada suara jembatan ambrol.

“Setelah mengetahui jembatan ambrol kami langsung memasang portal dari dua arah jalan Simpang Agung dan Dono Arum supaya warga yang akan melewati jembatan tidak sampai masuk. Saat ini kami sedang mencari gelugu untuk digunakan sebagai alternatif jembatan.Kami  juga langsung koorsinasi dengan plt Bupati Lampung Tengah, Dinas Bina Marga dan Penanggulangan Bencana, dan secepatnya akan ditindak lanjuti perbaikan jembatan dengan menggunakan alokasi dana tanggap darurat. Sekitar satu minggu ini akan langsung dilakukan perbaikan sambil menunggu material,” paparnya.

Dua pondasi terputus, ambles dengan kedalaman mencapai 2,5 meter ke dasar tanah. (Mozes)

Ada jalur alternatif untuk masyarakat yang akan menuju Dono Arum yang berada di Kampung Endang Rejo. Yaitu melalui tanggul irigasi yang dapat menembus jalan menuju Dono Arum dan Fajar Asri. Sementara di Simpang Agung juga ada jalan alternatif lain melalui tanggul di dekat lapangan untuk menembus jalan ke Dono Arum.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Syukur mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut dari tim yang tengah berada di lokasi. Namun ia menyarankan kepada para pengendara dapat memilih Jalan Lingkar Barat sebagai jalan alternatif.

Pantauan dilokasi, warga tampak bergotong royong melakukan perbaikan sementara. Kendara motor dan mobil harus balik arah untuk mencari jalan alternatif. Untuk pejalan kaki ada yang menggunakan kayu untuk dapat melintasi jembatan ini. (Mozes)

Redaksi TabikPun :