Jumlah Pekon Tertinggal di Lambar Berkurang

Berdasarkan IKD yang dirilis BPS jumlah pekon tertinggal di Lambar berkurang menjadi 19 pekon dari 38 pekon. (Angga)

Lampung Barat – Jumlah pekon tertinggal di Lampung Barat (Lambar) mulai berkurang, sebelumnya pada 2014 jumlah pekon tertinggal sebanyak 38 pekon kini pada 2017 jumlah tersebut berkurang menjadi 19 pekon dari keseluruhan 136 pekon. Data tersebut berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Lambar terkait jumlah pekon tertinggal.
Dari pendataan yang dilakukan BPS, alokasi dana desa serta intervensi dana daerah yang diterima pemerintah pekon menjadi pemicu utama perbaikan Indeks kemajuan desa. Hal itu pun yang menjadi alat tolak ukur penentuan status pekon oleh BPS.
Dari pengamatan BPS terbangunya berbagai sarana dan prasarana pelayanan masyarakat juga mendongkrak status sejumlah pekon. Dari tertinggal menjadi berkembang atau kurang berkembang.
“Ada lima aspek penilaian pekon dalam indeks kemajuan desa (IKD). Yaiti aspek sarana, prasarana, kondisi sosial ekonomi, kondisi lingkungan, dan kelembagaan ditingkat pekon,” beber Kasi Statistik Sosial BPS Lambar Yasir Wijaya, Selasa (4/9/2018).
Menurutnya, kendala terbesar yang dihadapi Kabupaten Lambar untuk untuk mengentaskan pekon tertinggal cenderung disebabkan topografi wilayah Lambar yang banyak perbukitan dan berbatasan langsung dengan hutan lindung maupun taman nasional. Juga rawan bencana seperti tanah longsor juga menjadi faktor utama dalam pembangunan.
“Sulitnya medan seringkali menyebabkan warga tidak mampu mengakses fasilitas umum dan fasilitas sosial yang sudah ada,” pungkasnya. Diketahui, Pemkab Lambar menargetkan kabupaten ini keluar dari status kabupaten tertinggal pada 2022 mendatang, 19 pekon tertinggal harus terlebih dulu keluar dari status tertinggal yang masih melekat. (Angga)
Redaksi TabikPun :