Kadis LH Kota Metro Ajak Sekolah Mengedukasi Siswa Tentang Pengelolaan Sampah di Lingkungan Pendidikan

Ardah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Metro, saat diwawancarai di ruang kerjanya terkait pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan Kota Metro, Kamis (7/12/2023). (Mahfi)

METRO – Pengelolaan sampah telah menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Metro. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terus menginisiasi langkah-langkah inovatif guna memaksimalkan upaya pengelolaan sampah di Bumi Sai Wawai.

Karenanya, Kepala DLH Kota Metro, Ardah menegaskan pentingnya edukasi tentang pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan. Menurut Ardah, kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk bank sampah yang menjadi pusat kegiatan di tingkat kelurahan, menjadi kunci utama dalam upaya ini.

“Kami terus mengedukasi masyarakat dan sekolah-sekolah di Kota Metro. Hampir semua sekolah terlibat dalam pengelolaan sampah, dengan 30 sekolah yang rutin mengunjungi PDU,” ungkap Ardah dalam wawancara di ruang kerjanya, Kamis (7/12/2023).

Ia menambahkan, antusiasme pelajar terhadap pemahaman pengelolaan sampah sangat membanggakan. Sekolah menjadi tempat dimana sampah diolah menjadi kerajinan tangan, sementara para pelajar bisa aktif membawa sampah ke bank sampah yang telah hadir di lingkungan sekolah.

“Kami merasa lebih efektif menyosialisasikan edukasi ini di dunia pendidikan karena anak-anak lebih menerima arahan guru dan mampu menerapkannya di rumah. Hal ini sejalan dengan visi Kota Metro sebagai kota pendidikan yang peduli terhadap lingkungan,” tambahnya.

Ardah juga menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat bank sampah yang ada serta meningkatkan layanan PDU di Rejomulyo sebagai pusat daur ulang. Dalam upaya memenuhi target pengelolaan sampah di Bumi Sai Wawai, pemerintah telah menambahkan PDU baru di TPA Karangrejo.

“Progress pengelolaan sampah di Kota Metro sangat menggembirakan dengan keberadaan bank sampah. Melalui upaya yang berkelanjutan, kami di Dinas Lingkungan Hidup terus berusaha mengelola sampah dengan efektif. Kami juga ingin mengingatkan bahwa sampah memiliki nilai ekonomis melalui bank sampah, beberapa jenis sampah bisa ditukar dengan uang,” paparnya.

Ardah pun mengajak masyarakat untuk bijak dalam pengelolaan sampah di rumah, dengan menyiapkan wadah sampah terpisah untuk jenis sampah anorganik dan organik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan sampah yang bisa dimanfaatkan, sementara yang tidak dapat diolah dapat dibuang dengan tepat. (Mahfi)

Redaksi TabikPun :