Kadisdikbud Lampura: Ada 34 Sekolah yang Kondisi Infrastruktur Mirip SDN Haduyangratu 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara, Mat Soleh. (Adi/Yono)

LAMPUNG UTARA – Kondisi infrastruktur yang tidak layak bukan hanya dirasakan siswa SDN Haduyangratu, Kecamatan Bungamayang. Keadaan serupa rupanya terjadi di puluhan sekolah di kabupaten setempat.

Dari catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Utara (Lampura), ada 34 SDN yang kondisinya mirip seperti SDN Haduyangratu. Gedung dengan tingkat kerusakan bervariasi, sekitar 115 sekolah.

“Dinas Pendidikan Lampung Utara sudah mendata sekolah dengan tingkat kerusakan berat, sedang, dan ringan. Namun tidak semua bisa langsung ditindaklanjuti karena tidak ada anggaran,” ungkap Kadisdikbud Mat Soleh, Rabu (20/7/2022).

Mat Soleh mengatakan, pada 2021 pihaknya telah membangun satu ruang kelas SDN Haduyangratu menggunakan APBD. Tahun ini, lanjut dia, kembali dilakukan penambahan satu kelas menggunakan APBD Perubahan Tahun 2022.

“Tapi kalau untuk semua lokal dan kantor sulit. Ya itu tadi, anggaranya minim,” paparnya.

Mat Soleh mengulas, SDN Haduyangratu pindah dari gedung lama ke balai dusun pada 2016 karena lahan bersengketa. Dinas Pendidikan tidak mampu membangun gedung baru meliputi enam kelas dan kantor, hingga sarana prasarana pelengkap.

“Pembangunan gedung baru bisa disiasati dengan dana alokasi khusus atau DAK pemerintah pusat. Namun, permintaan bantuan ini terkendala status lahan hasil hibah belum bersertifikat. Padahal, sertifikasi tanah ini menjadi syarat bantuan dana alokasi khusus,” bebernya.

Menurutnya, SDN Haduyangratu membutuhkan bantuan mendesak mengingat kondisinya tidak layak pakai. Dimana siswa harus belajar di kelas darurat beratap terpal dan berdinding geribik.

“Kami sudah berupaya, namun ada beberapa persyaratan yang memang harus dipenuhi untuk bisa membangun kelas menggunakan DAK. Sementara APBD tidak mampu,” tukasnya. (Adi/Yono)

Redaksi TabikPun :