Kapolres Way Kanan Minta Anak di Bawah Umur Tidak Ikut Aksi ke Jakarta

Polres Way Kanan yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Doni Wayhudi S.I.K., menghentikan bus pendemo untuk melakukan pemeriksaan barang bawaan dan administrasi massa. (Dian Pirasta)

Way Kanan – Polres Way Kanan meminta anak di bawah umur tidak diikut sertakan pada aksi damai memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day) di Jakarta. Himbauan tersebut dilakukan saat Polres Way Kanan menemukan anak di bawah umur dalam rombongan ratusan masa buruh tani PT.Palem Lampung Persada yang akan berangkat ke Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Hal tersebut diketahui saat Polres Way Kanan yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Doni Wayhudi S.I.K., menghentikan bus pendemo untuk melakukan pemeriksaan barang bawaan dan administrasi massa. Kapolres menerangkan, dalam pemeriksaan pihaknya menemukan ratusan anak di bawah umur yang hendak ikut berdemo dan tidak memiliki identitas, karena itu pihaknya langsung melarang para petani melanjutkan perjalanan.

“Dari pemeriksaan yang kami lakukan ada ratusan massa yang masih di bawah umur dan masa yang tak bawa Kartu Tanda Penduduk. Karena dianggap mereka tak penuhi syarat keluar kota tak bawa Identitas dan yang lengkap, kami melarang untuk berangkat ikuti aksi ke jakarta,” tegas Kapolres.

Terkait pelarangan yang dilakukan petugas, Kordinator lapangan pendemo Petani dan Buruh PT.PLP Way Kanan Feri mengaku tidak keberatan dan siap mengikuti aturan yang berlaku. Ia pun berjanji akan memulangkan massa yang tak memenuhi syarat.

“Kami akan pulangkan bagi masa yang tak memenuhi syarat. Namun rombongan yang penuhi syarat kami akan tetap jalan,” tegasnya

Diketahui, aksi massa kali ini akibat sengketa lahan pabrik dan Menteri Pertahanan RI. Dalam persidangan, Ryamizard Ryacudu menang dalam perkara sengketa lahan tersebut. Hal ini yang membuat karyawan perusahaan tersebut merasa terkatung-katung terkait status pekerjaan mereka. (Dian)

Redaksi TabikPun :