METRO – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro, selalu ada peningkatan kasus HIV disetiap tahun, tercatat sejak 2019-2023 ada 105 kasus HIV di Bumi Sai Wawai. Karenanya Kadiskes Kota Metro, Eko Hendro Saputra, meminta masyarakat waspada, terutama kelompok usia produktif yang rentan tertular virus tersebut.
Eko Hendro Saputra menekankan pentingnya kesadaran bahwa HIV belum dapat disembuhkan, hanya dapat dikelola, sementara obat yang ada saat ini hanya berperan dalam mengendalikan virus untuk mencegah perkembangan lebih lanjut pada pasien.
“Peran obat ini adalah untuk memelihara kesehatan pasien HIV,” ungkapnya, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (4/1/2024).
Dalam upaya pencegahan, Eko mengatakan, jika Dinkes Kota Metro telah melakukan berbagai langkah, termasuk skrining terhadap 8 kelompok rentan, seperti ibu hamil, penderita TB, laki-laki seks dengan laki-laki, wanita pekerja seks, warga binaan lapas, pengguna jarum suntik, kelompok waria, dan laki-laki pekerja seks. Namun pihaknya tetap membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat dalam upaya pencegahan peningkatan kasus HIV di Kota Metro.
“Sangat penting bagi masyarakat untuk menjalani perilaku seks sehat, hidup bersih, sehat, dan memperkuat keimanan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” tambahnya.
Eko mengapresiasi peran media sebagai pemberi edukasi dan pemberi peringatan terkait HIV. Dia menegaskan kebutuhan untuk memutus rantai penyebaran HIV, mencegahnya, dan mengendalikannya agar kasusnya dapat terus menurun.
Lebih lanjut, dia menyoroti bahwa kelompok usia produktif dari 25-49 tahun menjadi rentan terhadap HIV karena gaya hidup bebas yang berkembang saat ini. Oleh karena itu, Dinkes Kota Metro mengimbau agar kelompok ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya keimanan dan mengendalikan perilaku seks bebas di usia produktif. (Mahfi)