LAMPUNG UTARA – Sekolah Menengah Atas (SMA) PGRI 1 Kotabumi Lampung Utara (Lampura) menggalakkan program Jumat bersama. Dengan tujuan menanamkan hal positif kepada para siswa.
Kepala SMA PGRI 1 Kotabumi Ari Ningsih S.S., mengungkapkan, program Jumat bersama tersebut sudah 2 tahun berjalan. Ada empat kegiatan dari program tersebut dibagi perminggu sekali bergiliran dilakukan.
“Kegiatan kesiswaan PGRI ini, seperti tentang keagamaan ada di Jumat religi, Jumat sehat, senam bersama dan jalan sehat, Jumat bersih ini para siswa dan guru gotong royong bersama membersihkan lingkungan sekolah dan sekitarnya,” ujar Ari Ningsih di sela-sela kesibukannya di jalan bersama dengan para pelajar, Jumat (8/3/2019).
Hari ini, ia dan para siswa turun ke jalan pusat keramaian Kotabumi, untuk membagi hasil para siswa mengumpulkan sembako. “Sembako dari siswa itulah yang kita sumbangkan, untuk para warga miskin,” kata Ari Ningsih.
Menurutnya, kegiatan yang mereka terapkan ini, bertujuan menanamkan nilai-nilai positif sebagai warga negara yang sudah mulai luntur di kehidupannya masyarakat. “Walaupun kami ini sekolah swasta, kami juga mampu memberikan pembelajaran yang efektif kepada para siswa-siswi di sekolah,” tutupnya. (Adi)
Kepala SMA PGRI 1 Kotabumi Ari Ningsih S.S., mengungkapkan, program Jumat bersama tersebut sudah 2 tahun berjalan. Ada empat kegiatan dari program tersebut dibagi perminggu sekali bergiliran dilakukan.
“Kegiatan kesiswaan PGRI ini, seperti tentang keagamaan ada di Jumat religi, Jumat sehat, senam bersama dan jalan sehat, Jumat bersih ini para siswa dan guru gotong royong bersama membersihkan lingkungan sekolah dan sekitarnya,” ujar Ari Ningsih di sela-sela kesibukannya di jalan bersama dengan para pelajar, Jumat (8/3/2019).
Hari ini, ia dan para siswa turun ke jalan pusat keramaian Kotabumi, untuk membagi hasil para siswa mengumpulkan sembako. “Sembako dari siswa itulah yang kita sumbangkan, untuk para warga miskin,” kata Ari Ningsih.
Menurutnya, kegiatan yang mereka terapkan ini, bertujuan menanamkan nilai-nilai positif sebagai warga negara yang sudah mulai luntur di kehidupannya masyarakat. “Walaupun kami ini sekolah swasta, kami juga mampu memberikan pembelajaran yang efektif kepada para siswa-siswi di sekolah,” tutupnya. (Adi)