Keluarga Pasien Bantah Keterangan Hasil Jumpa Pers RS A Yani Metro

Bambang Sutarno, Warga Desa Labuhan Ratu Baru, Kabupaten Lampung Timur Pasien Penderita Ginjal sedang menjalani perawatan persiapan Operasi di RS A. Moeluk, (20/06/19).

BANDAR LAMPUNG- Sundari, istri dari pasien Bambang Sutarno, Warga Desa Labuhan Ratu Baru, Kabupaten Lampung Timur menyangkal atas keterangan pihak rumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro kepada wartawan saat jumpa Pers yang menyatakan kondisi Suami tidak apa- apa dan tidak berbahaya. 

Sudari mengatakan, penyataan Rumah Sakit atas isi berita tersebut dinilai jangan asal berkomentar. Pasalnya, Suaminya saat itu mengalami sesak nafas bahkan tidak bisa bangun dari tempat tidur dan harus dibantu keluarganya.

“kami yang mendorong kasur roda itu sendiri keluar dari lorong dan anak saya Nas yang menggendong suami saya ( Pasien) untuk dimasukan ke mobil,  tidak ada satu pun dari mereka ( pihak RS) yang membantu,” ujar Sundari.

“Pihak Rumah Sakit bilang suami saya rawat jalan,  kok bisa, sementara dari bulan Ramadhan/puasa kami sudah di rawat disitu,  kami pulang karna atas paksaan mereka,  karena libur lebaran tidak ada dokter spesialisnya, bahasa diorang seperti itu,” keluhnya.

“Lebaran ke dua kami masuk lagi karna suami saya sudah mengeluh kesakitan bahkan sempat dirawat beberapa hari, terus mereka nyuruh kami bawa pasien pulang karna dokter adanya di hari Senin, nanti akan langsung di operasi,” tegas Sundari kepada tabikpun.com.

“Suami saya divonis ginjal stadium 3 oleh RS, seharunya mereka lebih faham penyakitnya, namun mereka nyatakan tidak berbahayasementara Suami saya meringis kesakitan terus dan perlu ditanani serius. Kan aneh nya,” imbuhnya.

“Kalau mereka merasa benar suruh mereka kesini Pak,  biar saya yang berbicara,  jangan karena kami masyarakat kecil terus mereka kira kami bisa dibodohi,” ungkapnya lagi.

Diketahui, saat ini Bambang Sutarno, Warga Desa Labuhan Ratu Baru, Kabupaten Lampung Timur itu sedang dirawat di Rumah Sakit Abdul Moeluk Bandarlampung guna menjalani operasi batu Ginjal.

Sementara itu, saat dikonfirmasi ke rumah sakit A Yani, Direktur Rumah Sakit Ahmad Yani Metro sedang tidak ada ditempat.  Bagian pelayanan ditelpon serta dihubungi Via WhatsUp belum juga direspon.

( red)

‌Dituding Pasien Rawat Jalan, Pasien RSUD A Yani Metro Dilarang Gunakan Ambulan

Redaksi TabikPun :