Tabikpun.com – Persoalan nasionalisme saat ini menjadi pembicaraan hangat. Setiap orang atau kelompok seolah berlomba menyatakan dirinya sebagai ‘icon’ Pancasila dengan slogan “saya Indonesia, saya Pancasila”.
Padahal sejatinya konsekuensi atas pengakuan berideologi Pancasila tak cukup dengan lisan. Tetapi konsekuensi atas pilihan itu, harus diperjuangkan dengan pengamalan nilai-nilai di dalam Pancasila pada setiap butirnya.
Ini sekelumit pemikiran saya Ketum PC IMM Kota Metro Harbi Gemeli P. Perlu diingat bahwa sila dalam pancasila merupakan rangkaian dan satu kesatuan. Jadi setiap orang yang memiliki jiwa kemanusiaan, persatuan dan seterusnya. Tanpa dilandasi dengan Ketuhanan, maka semua itu tidak ada nilainya.
Jadi peringatan Kesaktian Pancasila hari ini adalah Pintu gerbang Rakyat Indonesia dipandu atas kebenaran. Jika segala nilai-nilai Pancasila nya dengan Landasan Tuhan, bukan sekedar Lisan.
Setiap warga negara Itu terus berjuang, bukan hendak mengganti kekuatan dengan kekuatan, atau melawan aniaya dengan aniaya, tetapi menjatuhkan kekuatan ke bawah kuasa kebenaran. Maka jika suatu pemerintah bertindak sewenang-wenang, janganlah disangka bahwa pemerintahan akan berumur lama, dia mesti jatuh, cepat atau lambat pasti berakhir. Itu hanya soal waktu.
Sehingga kebenaran itu juga yang kembali tegak, dan kekuatan itu takluk kembali ke bawah kuasa kebenaran, dan akan tercapailah maksud yang tinggi dan mulia baik pribadi atau masyarakat.
Kekuatan mesti berkhidmat pada kebenaran, demikianlah dia dijadikan Tuhan. Kalau kekuatan telah membelakangi kebenaran, sehingga dimusuhinya dan dijauhinya, alamat kekuatan itu juga yang akan jatuh kelak. Sebab kekuatan adalah anak kunci kemenangan, pohon angan-angan, selama dia masih dipimpin, dikanan oleh keadilan, dan di kiri oleh kebenaran.
Kesaktian, Kekuatan dan Kebenaran itu adalah Pancasila. Saya tutup dengan kalimat Dr Ali Syariati, seseorang yang lemah akan Kepribadian Bangsanya, moral dan spiritual nya.
Seperti seorang yang tidak akan menentang bila dijadikan hewan pemukul beban. Billahi Fii Sabilil Haq Fastabiqul Khairat. (red)
Kekuatan mesti berkhidmat pada kebenaran, demikianlah dia dijadikan Tuhan. Kalau kekuatan telah membelakangi kebenaran, sehingga dimusuhinya dan dijauhinya, alamat kekuatan itu juga yang akan jatuh kelak. Sebab kekuatan adalah anak kunci kemenangan, pohon angan-angan, selama dia masih dipimpin, dikanan oleh keadilan, dan di kiri oleh kebenaran.
Kesaktian, Kekuatan dan Kebenaran itu adalah Pancasila. Saya tutup dengan kalimat Dr Ali Syariati, seseorang yang lemah akan Kepribadian Bangsanya, moral dan spiritual nya.
Baca juga: Riyadi Ditemukan Tewas Di Atas Kasur Kondisi Terbaring