www.tabikpun.com, Lampung Tengah – Kampung Buyut Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) masih terus melestarikan kesenian adat Lampung. Kali ini, pada resepsi khitanan dibalut dengan kesenian rudan dan mengarak kembang pacar dengan membawa obor dari balai adat menuju kediaman pemilik hajat.
Perpaduan seni tari dan seni suara pun ditampilkan pada proses arak-arakan, serta lantunan syair kalam ilahi diiringi tabuhan rebanan oleh rombingan Rudat. Budaya rudat arak arakan kembang pacar yang diiringi dengan tabuhan gendang terbangan adalah salah satu budaya asli masyarakat Lampung khususnya Pepadun Buay Unyi Bandar Pak Abung Siwo Migo yang masih terjaga di Kampung Buyut.
Dimana grup Rudat Bandar Buyut Kampung Buyut Udik Kecamatan Gunung Sugih yang tetap mempertahankan eksistensinya dan tetap lestari di tangan kreatif tokoh kesenian kampung setempat.
“Alhamdulillah, kepedulian para tokoh adat dan partisipasi masyarakat Kampung Buyut yang sangat kuat mejaga kelestarian budaya peninggalan nenek moyang untuk melestarikan seni tradisional tersebut sangat tinggi,” imbuh Ketua Rudat Sapuan Hadi, Minggu (6/8/2017).
Ia menerangkan, rudat adalah salah satu tradisi seni budaya Lampung Tengah khusus Lampung Abung. Ia berharap, dengan kepedulian dan kesadaran diri sehingga dapat menghiasi suasana ragam budaya tradisional khas Lampung Tengah khususnya di Kampung Buyut Udik kedepan.
“Saya berharap pemerintah daerah pun dapat memberikan perhatian terhadap grub rudat di Lampung Tengah. Seperti dengan membantu saranan dan prasaranan termasuk seragam rombongan rudat,” jelas dia.
Bertahannya kesenian rudat di tengah perkembangan zaman pun mendapat apresiasi tokoh adat Kampung Buyut Sidi Telago. Ia berharap muda-mudi setempat dapat terus ikut melestarikan kesenian budaya Lampung.
“Karena kesenian Rudat ini adalah salah satu warisan para pendahulu kita yang harus kita jaga dan diwariskan kepada generasi penerus kita nanti,” pungkasnya. (Mozes)