Metro – Komunitas Briker Mania (Kobra) Kota Metro merespon cepat informasi bocah pengidap kelamin ganda warga Jalan Kutilang RT 014, RW 003 Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara yang membutuhkan bantuan untuk operasi di Jakarta.
Ketua Kobra Dicky Kusuma Wardhana menerangkan, usai membaca berita yang diterbitkan tabikpun.com, Kobra langsung menggalang dana dari anggota. Kemudian menyerahkan bantuan tersebut kepada orang tua Muzammil Wafiq, bocah berusia 17 bulan yang mengidap kelamin ganda, Minggu (11/3/2018).
”Setelah mendapatkan berita dari tabikpun.com mengenain anak berkelamin ganda yang butuh bantuan, kami langsung merespon dengan menggalang dana pada saat perkumpulan bulanan Kobra. Setelah terkumpul langsung kami serahkan kepada yang orang tua adik Muzammil,” paparnya, Minggu (11/3/2018).
Ia menambahkan, bantuan tersebut merupakan salah satu tujuan berdirinya Kobra di tengah-tengah masyarakat. Ia berharap, besar atau kecilnya bantuan yang diberikan bisa berguna untuk membantu Muzammil menjalani operasi di RSCM Jakarta.
”Kami juga menawarkan bantuan penghubung tempat tinggal dan apapun yang dibutuhkan keluarga pada saat proses pengobatan adik kita di RSCM Jakarta. Agar semuanya dipermudah. Kami berharap adik Muzammil segera mendapatkan kesembuhan,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Muzammil Wafiq, seorang bocah berusia 17 Bulan, warga Jalan Kutilang RT 014, RW 003 Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara ini, diduga mengalami kelainan genetik atau lebih dikenal istilah medisnya Ambigous Genitalia atau yang dikenal masyarakat umum dengan sebutan penyakit berkelamin ganda.
Anak sulung dari pasangan Janik Syafroni (25) dan Nafiah (24) ini tentunya sangat membutuhkan uluran tangan dari siapapun guna menjalani pengobatan dan operasi kelamin ke jakarta.
“Harapannya sih aku kepingin pemerintah Metro bisa membantu dana demi kesembuhan anak kami. Selain itu kami juga memohon bantuan dari berbagai kalangan masyarakat, kaum dermawan untuk membantu kami supaya anak kami bisa cepat dioperasi,” ucap Syafroni ayah Muzammil saat mendatangi Kantor PWI Kota Metro beserta anak dan isterinya, Sabtu (10/3/2018).
Pria yang bekerja sebagai tukang jahit ini menceritakan, kondisi buah hatinya yang berkelamin ganda mulai terlihat ketika di USG saat dalan kandungan.
“Ya waktu itu masih dalam kandungan dia di USG, kok keliatan kalo akan terjadi kelamin ganda. Pertama kami USG di rumah sakit permata hati, katanya ada kelainan. Terus kata dokternya kami disuruh menyiapkan uang 60 juta biar ketahuan jenisnya laki-laki atau perempuan, nah disitu kami bingung. Itu disarankan waktu masih dalam kandungan umur 8 bulan,” ceritanya.
Selain itu, Ayah Muzammil juga mengaku dari lahir hingga memulai pengobatan buah hatinya kerap berganti perawatan diberbagai rumah sakit.
“Nah begitu lahir di rumah sakit AMC ternyata benar seperti itu seperti yang di USG itu di foto. Dari rumah sakit AMC begitu dia lahir kami bawa tempat mertua dan diurusin disana, tapi setelah satu bulan itu mengalami muntah diare, dan kami bingung harus gimana. Ahirnya kami bawa ke rumah sakit surya asih pringsewu 3 hari 3 malam. Terus karena dia kembali sakit kami bawa ke rumah sakit bintang amin di daerah keliling, tapi disana enggak sanggup. Ahirnya saat sakitnya kambuh kami bawa ke Rumah sakit muhamadiyah metro, dari keterangan rumah sakit, pihak rumah sakit menyatakan sakitnya karena dari kelaminnya. Lalu dari muhamadiyah metro di rujuklah ke rumah sakit Ahmad Yani dan disana dirawat satu minggu,” jelasnya.
Warga Purwoasri Kecamatan Metro Utara mengaku, bahwa pihak rumah sakit tidak menyanggupi penanganan secara terus menerus, mendengar peryataan tersebut pihak keluarga membawa sang pasien ke RSCM Jakarta.
“Setelah dibawa pulang, kambuh lagi dan kami disarankan untuk bawa ke Rumah sakit cipto di Jakarta. Saya sempat mengeluh tapi karena sudah begini mau gimana lagi karena kan ini darah daging kita sendiri. Ya kita terima saja ini takdirnya. Sampai sekarang sudah keluar puluhan juta,” keluhnya.
Dihadapan awak media, dirinya memohon bantuan untuk menyiarkan informasi yang dialaminya tersebut ke publik. Dengan harapan ada dermawan yang dapat membantu. Ia mengaku sang pasien memang telah mengantongi kartu jaminan kesehatan, namun mengingat sang sang orang tua berprofesi sebagai tukang jahit, mereka merasa berat membawa anaknya kembali ke RS Jakarta lantaran tidak ada biaya untuk sehari hari selama di Jakarta.
“Kalau nanti ada bantuan dari dermawan untuk operasi anak kami, kami pasrah kami ikuti saja jalurnya anak kami mau berjenis kelamin apa, yang jelas harapannya anak kami sehat dan bisa memiliki satu kelamin. Terima kasih buat seluruh dermawan yang akan membantu anak kami,” tandasnya.
Menanggapi kehadiran keluarga Balita penderita kelamin ganda di Kantor PWI Metro tersebut, Pengurus Harian PWI Kota Abdul Wahab mengajak lapisan masyarakat untuk turut serta mendonasikan sebagian harta kepada keluarga sang bayi. Hal itu sebagai wujud peduli dan berpartisipasi demi sembuhnya bocah malang tersebut.
“Mari kita bersama-sama demi meringankan keluarga Pasien, semoga ada kaum dermawan yang ikhlas berbondong bondong menyisihkan hartanya demi kemanusiaan,” ucap Wahab.
Bagi masyarakat yang ingin membantu Muzammil Wafiq, dapat langsung mendatangi kediamannya di Jl. Kutilang, RT 014 RW 003 Kel. Purwoasri, Kec. Metro Utara. Atau ditransfer ke Rekening BRI Nomor 5699-01-01-5390-53-1 atas nama JANIK SYAFRONI HP: 0852 1194 5776 (Ga).