www.tabikpun.com, Metro – Komando Militer (Kodim) 0411/LT menggelar Nusantara Bersatu di Lapangan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Rabu (30/11). Dihadiri unsur Forkopimda Kota Metro, Lampung Tengah, dan Lampung Timur, gelaran Nusantara Bersatu pun diramaikan ribuan masyarakat.
Pada sambutanya Dandim 0411/LT Letkol Inf Jajang Kurniawan menyampaikan bahwa semua bersaudara yang harus selalu bersatu. Ratusan tahun yang lalu para pejuang memperjuangkannya kemerdekaan bangsa dan kemerdekaan itu haruslah dijaga sampai kapan pun.
“Agar kemerdekaan ini dapat kita wariskan kepada para penerus bangsa selanjutnya. Seperti yang diungkapkan presiden pertama kita bung Karno bahwa berjuang mendapatkan kemerdekaan lebih mudah dari pada menghidari perpecahan sesama saudara,” jelasnya.
Ia menegaskan, sebagai pemegang komando kepemimpinan teritorial tiga wilayah Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Kota Metro siap menjadi orang terdepan untuk menindak tindakan yang akan memecah belah persatuan. Ia berpesan agar jangan mudah terhasut oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, jaga terus persatuan kesatuan, dengan begitu Indonesia akan semakin kuat.
“Tidak ada Indonesia jika tidak ada agama Islam, Hindu, Kristen, Budha, dan Katolik. Mari kita bersatu untuk tetap menjaga keutuhan Republik Indonesia. Mari kita bahu membahu untuk mengabdi kepada Indonesia tercinta. Indonesia Ku Indonesia Mu Indonesia Kita Bhineka Tunggal Ika,” usainya.
Pada orasinya Bupati Lamtim Chusnunia Chalim mengartikan Kebhinekaan seperti sebuah warna. Hal itu sebagai perumpamaan bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku, bangsa, dan agama yang selalu berdampingan.
“Saya hadir disini bukan karena diundang, tetapi karena panggilan hati. Kita semua umat beragama adalah saudara. Tidak ada sesuatu apapun yang dapat memecah belah kita dan tidak ada ada pihak yang dapat memecah belah kita. NKRI harga mati!” tegasnya.
Walikota Metro Achmad Pairin mengatakan, menindaklanjuti gelaran Nusantara Bersatu Pemkot Metro berencana akan mengadakan doa bersama diakhir tahun.”Kami akan menggelar doa bersama lintas suku, budaya, dan agama di Islami Center pada malam tahun baru, yang belum dapat undangan, hari ini saya undang untuk dapat hadir,” bebernya.
Bupati Lamteng Dr.Ir. Mustafa pun menegaskan bahwa NKRI harga mati. Lamteng, Lamtim, dan Kota Metro adalah satu kesatuan dan merupakan bagian dari Indonesia.
“Semua suku, bangsa, dan profesi hadir di sini. Ini sebuah bukti jika kita cinta tanah air Indonesia. Setiap agama pun mengajarkan kita untuk selalu mencintai sesama saudara. Jadi tidak ada alasan kita untuk bercerai berai dan saling membenci,” tukasnya.