Komisi II DPRD Metro Siap Dukung Anggara Bagi Pengentasan Pengangguran

METRO – Komisi II DPRD Kota Metro berjanji mendukung anggaran untuk mengentaskan angka pengangguran di wilayah setempat pada APBD 2017.

Ketua Komisi II Tondi Nasution mengatakan, pihaknya meminta Disosnaker mengusulkan anggaran tersebut dalam Rancangan APBD 2017. Selain kepada Bappeda, salinan usulan juga dikirimkan ke Komisi II.

“Selama ini kami tidak pernah menerima usulan. Jadi bukannya tidak setuju. Jika memang usulan itu dicoret di Bappeda, kami minta draf usulannya. Nanti kami yang bahas,” tandasnya, Senin (10/10).

Terkait berapa besaran anggaran yang akan disetujui, Komisi II tetap melihat kemampuan anggaran dulu. “Pasti tidak bisa menyeluruh. Bertahap lah. Intinya kami mendukung,” imbuhnya.

Ia menilai, persoalan pengangguran bukan hal sepele. Dimana harus segera ditemukan solusi tepat seperti memperbanyak jaringan lowongan pekerjaan dengan perusahaan.

Sehingga lulusan SMK atau SMA sederajat yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, tidak menambah angka pengangguran. Karena tujuan bersekolah atau menimbah ilmu adalah mendapatkan pekerjaan dan pendapatan.

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) sebelumnya menyebutkan sebanyak 3.649 warga Kota Metro tercatat sebagai penggangguran terbuka. Adapun jumlah angkatan kerja (harus bekerja) sebanyak 71.239. Sementara penduduk yang bekerja mencapai 67.590.

Kasi Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Disosnaker Metro Chairrudin Ompu mengatakan, para pekerja di Bumi Sai Wawai banyak bergerak pada sektor jasa, perdagangan, dan pertanian. Sementara jumlah perusahaan yang berada di Bumi Sai Wawai tercatat sebanyak 496 perusahaan.

Ia mengaku, pengentasan masalah pengangguran di wilayah setempat terbentur dengan minimnya anggaran. “Selama ini yang kita lakukan itu padat karya dan pelatihan. Tapi padat karya itu kan sementara. Tahun kita bisa mempekerjakan 88 orang selama sebulan. Pelatihan itu yang lebih manfaat,” terangnya.

Ditambahkannya, untuk usulan pelatihan kerap ditolak. Padahal, pihaknya selalu mengusulkan tiga hingga empat kali program latihan per tahun. Namun, yang terealisasi hanya satu program saja tiap tahunnya.

Terpisah, dikonfirmasi tabikpun.com Afdal, Dosen/Akademisi Ekonomi Universitas Muhamadiyah Metro (UMM) memaparkan salah satu cara efektif mengentaskan pengangguran di Bumi Sai Wawai. Dapat dimulai dengan melihat kondisi wilayah dan sumber daya yang ada untuk menetapkan langkah strategis.

Metro dengan luas wilayah yang tidak besar dan sumber daya alam yang terbilang minim, dan dominasi pekerjaan pada sektor pertanian dan jasa, maka kebijakan paling tepat adalah menciptakan ekonomi kreatif.

Yakni produk turunan dari hasil pertanian yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Seperti produk olahan makanan dari bahan baku ubi jalar menjadi keripik ubi jalar. Jagung menjadi keripik atau penganan berbahan jagung lainnya.

Pemerintah Metro hanya perlu mendorong usaha kecil menengah bertumbuh. Dengan memberi bantuan pelatihan maupun pengetahuan terkait produk-produk turunan atau usaha kreatif.

Kemudian pemerintah juga bisa menjembatani kerjasama usaha rumahan atau usaha kecil menengah yang ada dengan menggaet perusahaan-perusahaan besar. Serta turut mengenalkan atau memasarkan produk lokal sebagai unggulan dan keunikan Bumi Sai Wawai.(ga)

Redaksi TabikPun :