Kualitas Boleh Diadu, Industri Mebel Lapas Lampura Siap Terima Pesanan

Warga Binaan Lapas kelas IIA Kotabumi Lampung Utara saat mengerjakan meubel berupa kursi. (Adi Susanto)

LAMPUNG UTARA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabumi, Lampung Utara (Lampura) terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya industri mebel.

Kepala Lapas Kotabumi, Tetra Destori, berharap agar industri meubel bisa terus berkembang dan menjadi produk unggulan Lapas Kotabumi.

“WBP tidak hanya disini saja menggeluti meubel, setelah habis masa pidananya bisa diterapkan di tempat tinggalnya,” kata Tetra.

Dalam industri mebel Lapas Kotabumi, lanjut Tetra, telah mampu memproduksi berbabagai hasil yakni kursi kayu, sofa, meja, lemari, dan peralatan rumah tangga lainnya.

Sementara itu, Sayono selaku Pengelola hasil kerja sekaligus Pembina Program Kemandirian WBP, hasil produk yang dibuat WBP ini tidak kalah dengan produk serupa yang dibuat di luar Lapas. “Walaupun kita berada di Lapas namun untuk kualitas tetap kita jaga,” ucapnya.

Sedangkan untuk pemasaran saat ini, peminat hasil karya WBP masih dalam lingkup Kabupaten Lampung Utara dengan sistem pesan. “Adanya investor yang siap untuk bekerjasama, tentunya akan menambah produktivitas dan pemasaran,” tutupnya. (Adi)

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabumi, Lampung Utara (Lampura) terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya industri mebel.

Kepala Lapas Kotabumi, Tetra Destori, berharap agar industri meubel bisa terus berkembang dan menjadi produk unggulan Lapas Kotabumi.

“WBP tidak hanya disini saja menggeluti meubel, setelah habis masa pidananya bisa diterapkan di tempat tinggalnya,” kata Tetra.

Dalam industri mebel Lapas Kotabumi, lanjut Tetra, telah mampu memproduksi berbabagai hasil yakni kursi kayu, sofa, meja, lemari, dan peralatan rumah tangga lainnya.

Sementara itu, Sayono selaku Pengelola hasil kerja sekaligus Pembina Program Kemandirian WBP, hasil produk yang dibuat WBP ini tidak kalah dengan produk serupa yang dibuat di luar Lapas. “Walaupun kita berada di Lapas namun untuk kualitas tetap kita jaga,” ucapnya.

Sedangkan untuk pemasaran saat ini, peminat hasil karya WBP masih dalam lingkup Kabupaten Lampung Utara dengan sistem pesan.

Redaksi TabikPun :