Laporan Palsu Resahkan Damkar Metro

Ilustrasi. (Net)

Metro – Ulah oknum tak bertanggung jawab menyebarkan berita bohong alias hoax membuat resah Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Metro.

Tak hanya Damkar, sejumlah media massa juga menjadi sasaran berita hoax oknum tak bertanggung jawab tersebut. Bahkan, kabar bohong dilontarkan ke sejumlah kantor redaksi. Dengan menyebut kejadian di Kota Metro.

Kabar pertama yang didapat awak media adalah adanya penggusuran pedagang dan lapak-lapak di sebelah Metro Mega Mall (M3). Selanjutnya ada yang mendapat kabar jika salah satu vihara dibakar juga di dekat M3.

Meski tidak ada vihara di seputaran M3, sejumlah awak media berusaha melakukan kroscek ke beberapa narasumber untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Salah satunya Satpol PP yang menaungi Damkar.

Saat berusaha konfirmasi pihak terkait, Damkar justru mendapat telepon dari oknum tak bertanggung jawab jika terjadi kebakaran. Lokasinya lagi-lagi di M3. Aparat dan media massa pun berbondong-bondong ke lokasi.

“Ini sangat kami sesalkan. Karena ternyata enggak ada apa-apa. Tapi kami ketika menerima laporan masyarakat harus jalan. Tidak bisa mengecek dulu. Karena api itu kan cepat menyambar. Apa lagi ini infonya di pasar,” ujar Heryanto, Kabid Linmas dan Damkar.

Ia mengaku, dalam waktu tak berjauhan, Damkar telah menerima dua laporan palsu. Karenanya, ia berharap masyarakat tidak bermain-main dalam membuat pengaduan atau laporan kebakaran.

“Seperti tadi kita kirim satu mobil dan tim ke lokasi. Kami datang ke lokasi kebakaran yang benaran ya, itu masih dicaci. Dibilang lambat lah, telat. Padahal kita bantu. Jadi jangan jadi mainan. Karena kita enggak mungkin cek dulu baru kirim mobil,” ujar Agus Setiawan, Instruktur Damkar.

Sementara awak media Kota Metro sepakat jika kembali mendapat informasi hoax yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat, akan menindaklanjuti dengan memberi laporan ke aparat hukum. (Ap)

Redaksi TabikPun :