Advertorial Metro

Lima Fraksi Soroti MCC

DPRD Kota Metro menggelar Paripurna pandangan umum fraksi atas raperda perubahan APBD 2017. (Arby Pratama)

METRO – Lima fraksi menyoroti pembangunan Metro Convention Center (MCC). Dewan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Metro agar mengekspose rencana kepada DPRD dan masyarakat Bumi Sai Wawai.

Sekretaris Fraksi Gerinda Aryanto mengatakan, pihaknya belum tahu gambara pembangunan seperti apa. Pemkot wajib mengekspose pembangunan MCC karena memakan dana APBD cukup besar.

“Juga libatkan tokoh adat dan masyarakat, agar tidak ada masalah di depan. Kita juga minta tetap mempertahankan rumah wedana yang ada di lokasi MCC,” ujarnya saat Paripurna pandangan umum fraksi atas raperda perubahan APBD 2017, Senin (4/9/2017).

Ketua Fraksi Kebangkitan Nasional Alizar menilai, sesuai Permendagri Nomor 31 Tahun 2016, tiap kegiatan yang menggunakan lebih dari satu tahun anggaran harus mendapat persetujuan DPRD.

“Itu artinya, berita acara MCC harus ada. Supaya tidak bertentangan dengan aturan. Karena kami sampai saat ini belum tahu seperti apa dan bagaimana rencana pembangunan tersebut,” imbuhnya.

Tak jauh berbeda, Sekretaris Fraksi PKS Zas Dianur Wahid menyampaikan, eksekutif belum pernah menyampaikan rencana pembangunan MCC secara keseluruhan kepada dewan. Pihaknya meminta agar ada ekspose MCC di DPRD.

Sementara Ria Hartini dari Fraksi PDIP mengingatkan, agar pelaksanaan pembangunan MCC harus sesuai aturan perundang-undangan. Dan gedung eks Wedana tetap bertahan dan diperbaiki.

Hal senada juga diungkapkan Larasati, dari Fraksi Demokrat. Ia meminta, pembangunan MCC tidak menimbulkan masalah. Karenanya, wajib memerhatikan peraturan dan melibatkan semua pihak.

Wali Kota Metro Achmad Pairin mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan ekspose rencana pembangunan MCC ke DPRD dan juga Kejaksaan sebagai Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).

“Untuk eks gedung wedana akan direnovasi. Dan kita juga mengusukan agar bisa menjadi cagar budaya. Yang pasti, kami akan semaksimal mungkin merencanakan dan membangun MCC,” imbuhnya.

Mega proyek MCC ditaksir menelan APBD Metro senilai Rp 30 miliar. Direncanakan berdiri di atas lahan seluas 6.200 meter persegi yang mampu menampung 4.000 orang. Dengan pembangunan multiyears (dua tahun).

Sementara Fraksi PAN meminta Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang fisik Dinas PU dan Tata Ruang sebesar Rp 49 miliar bisa diperioritaskan untuk pembangunan jalan lingkungan. Karena masih banyak jalan lingkungan yang tidak layak.

“Jalan yang sudah dibangun, jangan dibangun lagi. Ada jalan yang dibangun tapi belum rusak sudah dibangun lagi. Sedangkan jalan yang belum layak masih banyak dan belum tersentuh,” kata Wiwin Septiani, Ketua Fraksi PAN.

Ketua Fraksi Golkar Tondi Nasution mengaku, dana DAK Dinas PU diprioritaskan pada saluran drainase yang sudah lama. Karena banyak drainase belum dibangun pada jalan yang sudah diperbaiki.

“Banyak laporan dari masyarakat atas kualiatas dan mutu pembangunan jalan yang kurang baik. Kami mengusulkan agar pengawasan diperketat. Dan pembangunan drainase lebih diutamakan,” terang Ria Hartini, Fraksi PDIP. (Adv)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

USAHA PPOB GRATIS

PROMO LAZADA

PROMO LAZADA

%d blogger menyukai ini: