Luapan Air Bendungan Way Rarem Rendam Rumah Warga

Sukis Pramono salah satu korban banjir saat sedang mengevakuasi harta bendanya. (Adi Susanto)

LAMPUNG UTARABelasan rumah warga di Rawa Karya, Kelurahan Kota Alam serta Kali pasir, Pasar Lama, Kelurahan Kotabumi Udik Lampung Utara (Lampura) terendam air setinggi 50 CM luapan Bendungan Way Rarem.

Akibatnya warga terpaksa mengungsi dan mengevakuasi harta benda ketempat kerabatnya lantaran rumah miliknya digenangin air. Kejadian ini terjadi, Jumat (15/2/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Salah satu korban banjir Sukis Pramono mengatakan, naiknya air sudah mulai dari sore hari. Dimana ketinggian mencapai 50 centimeter.

”Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menangani banjir kiriman ini,” pintanya dia.

Kepala BPBD Lampura Karim SR menerangkan, banjir yang terjadi dibeberapa titik tersebut berasal dari luapan sungai yang ditimbulkan karena Bendungan Way Rarem dibuka.

“Masyarakat diminta untuk waspada. Tim BPBD kita siagakan 24 Jam beserta perahu karet untuk membantu mengevakuasi warga,” ujarnya.

PJ Sekertaris Daerah Kabupaten Lampura Sofyan mengungkapkan, Bendungan Way Rarem sudah berusia 30 tahun lebih. Ia memintah untuk pemerintah pusat segera memperbaiki apa yang menjadi kekurangan penampung air dari beberapa sungai tersebut.

“Kita akan melihat stok logistik BPBD untuk membantu keperluan warga saat ini,” tutupnya. (Adi)

elasan rumah warga di Rawa Karya, Kelurahan Kota Alam serta Kali pasir, Pasar Lama, Kelurahan Kotabumi Udik Lampung Utara (Lampura) terendam air setinggi 50 CM luapan Bendungan Way Rarem.

Akibatnya warga terpaksa mengungsi dan mengevakuasi harta benda ketempat kerabatnya lantaran rumah miliknya digenangin air. Kejadian ini terjadi, Jumat (15/2/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Salah satu korban banjir Sukis Pramono mengatakan, naiknya air sudah mulai dari sore hari. Dimana ketinggian mencapai 50 centimeter.

”Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menangani banjir kiriman ini,” pintanya dia.

Kepala BPBD Lampura Karim SR menerangkan, banjir yang terjadi dibeberapa titik tersebut berasal dari luapan sungai yang ditimbulkan karena Bendungan Way Rarem dibuka.

“Masyarakat diminta untuk waspada. Tim BPBD kita siagakan 24 Jam beserta perahu karet untuk membantu mengevakuasi warga,” ujarnya.

PJ Sekertaris Daerah Kabupaten Lampura Sofyan mengungkapkan, Bendungan Way Rarem sudah berusia 30 tahun lebih. Ia memintah untuk pemerintah pusat segera memperbaiki apa yang menjadi kekurangan penampung air dari beberapa sungai tersebut.

“Kita akan melihat stok logistik BPBD untuk membantu keperluan warga saat ini,” tutupnya. (Adi)

Redaksi TabikPun :