Material Proyek Jalan Paria dan Kemiri Bikin Macet, Warga: Padahal Kerjanya Sudah Lama 

Bahan material berupa tumpukan batu andesit berukuran besar dibiarkan tergeletak di tengah Jalan Kemiri, Metro Timur. (AI)

METRO – Pengerjaan proyek infrastruktur dua ruas jalan di sekitar Lapangan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur dinilai lamban sejumlah warga dan pamong setempat. Material yang berada di sekitar proyek pun menimbulkan kemacetan.

Diketahui proyek itu telah dimulai sejak akhir Oktober 2022 lalu, namun hingga satu bulan lebih pengerjaannya tak kunjung usai. Di lokasi pun tidak terlihat Papan Informasi Publik proyek tersebut.

Bahan material juga diletakkan secara berantakan, sehingga sering menimbulkan kemacetan arus lalulintas kendaraan. Padahal dua ruas jalan tersebut merupakan akses utama kendaraan, yakni Jalan Paria di sisi barat lapangan dan Jalan Kemiri di sisi timur.

Dari pantauan di lokasi, di Jalan Paria nampak saluran drainase yang terlihat belum lama diselesaikan, juga dilakukan pengerukan bahu jalan dengan lebar sekitar 60 sentimeter dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter, yang diduga mempersempit akses jalan dan menimbulkan kemacetan.

Sementara di Jalan Kemiri, terdapat tumpukan batu andesit berukuran besar digeletakkan begitu saja, di tengah jalan selama berminggu-minggu. Ketua RW 09 Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, I Nyoman Darmandi mengaku sering menerima keluhan warga.

“Banyak mas masyarakat yang mengeluh, itu kan sudah cukup lama, tentu sangat mengganggu. Terutama pada jam-jam tertentu, kendaraan jadi macet,” tulis Nyoman saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (5/12/2022).

Nyoman juga mengaku tidak pernah menerima informasi siapa kontraktor pelaksana proyek tersebut. “Aku juga gak tau siapa pemborongnya. Gak kenal,” tambahnya.

Terpisah, salah seorang warga yang enggan disebut namanya mengaku kesal karena pernah terjebur ke galian di bahu Jalan Paria.

“Itu pinggir jalan yang di dekat SMP 4 itu kan lagi digali, sangking macetnya kendaraan waktu pagi, mobil saya pernah amblas masuk ke galian itu. Karena waktu itu tanahnya gembur, jadi agak susah ban mobil masuk ke badan jalan lagi,” ketusnya. “Entah sampai kapan itu selesainya. Perasaan kok sudah lama gak rampung-rampung,” imbuhnya dengan nada keluh.

Sementara Ikhwanul Huda, seorang mahasiswa yang kerap melintas di jalan tersebut, mengaku laju kendaraannya kerap terhambat akibat adanya tumpukan batu di tengah Jalan Kemiri.

“Batu-batu besar itu kan numpuk di tengah, pas di pertigaan juga. Bikin orang kagok aja. Belum lagi kalau ada mobil, tambah macet lah itu,” pungkasnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro, Robby Kurniawan Saputra belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi melalui WhatsApp. Alhasil, hingga berita ini diterbitkan belum diketahui siapa rekanan yang mengerjakan proyek tersebut. (AI)

Redaksi TabikPun :